Penyebab Gubernur Sutarmidji Meradang, Lengkap Pernyataan Karo Kesra Soal Pokir Dewan dalam Hibah

Sutarmidji, mengaku darahnya langsung naik ke ubun-ubun setiap bertemu dengan Kepala Biro Kesra Kalbar, Mulyadi.

|
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Rizky Zulham
YouTube Tribun Pontianak
Penyebab Gubernur Sutarmidji Meradang Lengkap Pernyataan Karo Kesra Soal Pokir Dewan dalam Hibah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Terungkap penyebab Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meradang saat menghadiri Rapat Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, di Balai Petitih kantor Gubernur Kalbar, Kamis 6 Juli 2023.

Pemicunya berawal dari kinerja Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kalbar lambat.

Bahkan Midji sapaan akrab Sutarmidji, mengaku darahnya langsung naik ke ubun-ubun setiap bertemu dengan Kepala Biro Kesra Kalbar, Mulyadi.

"Saya kalau setiap ketemu pak Mulyadi ini darah saye langsung naek ke ubun-ubun," kata Midji.

"Benar pak. Ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Inilah model saya supaya ada perubahan, supaya pintar," imbuhnya.

Jika manajemennya sudah dilakukan dengan baik, maka seharusnya saat ini proses hibah dan sebagainya sudah 90 persen selesai.

"Harusnya saat sekarang ini sudah 90 persen, bukan 51 persen lagi," katanya.

Hadiri Rakor Kesejahteraan Rakyat se-Kalbar Tahun 2023, Sutarmidji Tegaskan soal Kecepatan Kerja

Selain itu, ia juga mengaku jika terdapat surat menyurat yang harus ditandatangani oleh Gubernur maka sudah dilakukan sebelum pukul 12.00 WIB.

"Manajemen saya sebelum jam 12 siang. Surat yang ada itu sudah harus selesai hari itu juga. Tidak ada yang bermalam dan kalau Kesra bilang SK masih di meja Gubernur itu bohong. Pasti bohong, 99,99 persen bohong," tegasnya.

Tak hanya itu, Sutarmidji juga menegaskan jika SK sudah naik maka dinilai persyaratannya sudah terpenuhi dan tak menjadi alasan atas keterlambatannya.

"Ketika SK sudah naik ke saya berartikan persyaratannya terpenuhi, ngapain dinaikkan ke saya kalau persyaratannya belum dan kenapa SK dan NPHD sekaligus langsung dua-duanya. Itu koreksi kami disini," katanya.

"Saya ngomong ini terbuka saja, memang perlu perbaikan dan memang perlu seperti itu tak ada yang perlu di sembunyi-sembunyikan," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Midji menegaskan Kesra baik di provinsi maupun di Kabupaten/Kota jangan berfikir hanya menyalurkan hibah dan bansos.

Tapi juga melakukan evaluasi kemanfaatannya.

"Jangan hanya sukanya menyalurkan saja. Kalau hanya begitu, cukup dua orang saja ngurus hibah dan bansos, selesai itu," katanya.

Sutarmidji Minta Biro Kesra Evaluasi Kemanfaatannya Sebelum Menyalurkan Dana Hibah dan Bansos

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved