Maut di Pontianak
Pengamat Hukum Menilai Rusaknya Keamanan dan Kenyamanan Kota Pontianak Diakibatkan Culture Shock
"Ini harus dicari dulu persoalannya apa sehingga tingkat keamanan atau tingkat kerawanan di Kota Pontianak dan sekitarnya ini dari hari ke hari semaki
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Hukum, Herman Hofi Munawar, mengatakan keamanan dan kenyamanan Kota Pontianak semakin terganggu adanya tingkat kriminalitas yang dinilai semakin meningkat dan semakin parah di Kota Pontianak dan sekitarnya.
"Ketergangguan ini kita lihat saja semakin banyaknya pembunuhan dan kejadian-kejadian kriminalitas yang semakin parah, baik itu secara kuantitas maupun kualitas kriminal itu semakin meningkat," katanya kepada tribunpontianak.co.id saat dikonfirmasi pada Selasa, 13 Juni 2023.
Herman mengungkapkan, tingkat keamanan dan kenyamanan tersebut menjadi pemikiran yang sangat serius dari berbagai pihak dan perlu upaya untuk mencari tahu terlebih dahulu persoalan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ini harus dicari dulu persoalannya apa sehingga tingkat keamanan atau tingkat kerawanan di Kota Pontianak dan sekitarnya ini dari hari ke hari semakin kurang aman," ungkapnya.
• Dugaan Pembunuhan di Jalan Hidayat Pontianak, Polisi Ungkap Ada Luka di Perut dan Dada Korban
Oleh sebab itu, ia juga mengatakan untuk menciptakan rasa aman dan kenyamanan disuatu wilayah tidak hanya bergantung kepada pihak kepolisian semata-mata.
"Jadi sangatlah keliru jika kita mengatakan bahwa persoalan keamanan merupakan tanggungjawab kepolisian semata, tentu kita harus membangun sinergisitas dari berbagai pihak," jelasnya.
Ia juga menilai, rusaknya tingkat keamanan di Kota Pontianak dan sekitarnya ini seperti adanya Social Shock dan Culture Shock.
"Nah Social Shock dan Culture Shock ini bisa berdampak kepada tingkat brinisan warga Kota atau masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya, sehingga sangat mudah melakukan tindak-tindak kekerasan yang merupakan tindak pidana," jelasnya.
"Kalau kita hanya semata-mata bertumpu kepada pihak kepolisian saya rasa itu suatu hal yang kurang tepat sebab pihak kepolisian tentu dalam konteks penegakan hukum, tetapi bagaimana Social Shock dan Culture Shock itu persoalannya bukan kepada pihak kepolisian tetapi kepada pemerintah daerah dan masyarakat sekitar," tambahnya.
Ia juga mengatakan, untuk menekan angka kriminalitas yang terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya, dibutuhkan upaya dari pemerintah daerah untuk bersinergi bersama.
"Coba saya pikir ini pemerintah daerah Kota Pontianak bersama pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah barangkali harus duduk satu meja untuk membahas persoalan keamanan dan kriminalitas," ujarnya.
"Untuk itu tentu dari pihak kepolisian juga, dimana upaya-upaya penegakan hukum ini menjadi satu hal yang penting, akan tetapi sekali lagi saya katakan itu hanya di hilirnya saja, penegakan hukum dan upaya pencegahan-pencegahan agar tingkat kriminalitas itu bisa ditekan," jelasnya. (*)
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
Update Dugaan Pembunuhan di Jl Hidayat Pontianak: Polisi Periksa 8 Saksi hingga Hasil Autopsi Keluar |
![]() |
---|
Berikut Hasil Autopsi Korban Dugaan Pembunuhan di Pontianak |
![]() |
---|
Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Jl Hidayat Pontianak ke Pelaku: Nyawa Dibayar Nyawa |
![]() |
---|
Tinggalkan Dua Anak, Keluarga Dugaan Korban Pembunuhan di Pontianak Ingin Pelaku Dihukum Setimpal |
![]() |
---|
Pengamat Hukum Sebut Pemda Perlu Tingkatkan Sinergitas untuk Menekan Angka Kriminalitas di Pontianak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.