Pola Hidup Sehat

Waspada Ciri-ciri Mudah Lapar, Bisa Jadi Penyakit Diabetes

Diabetes disebabkan oleh resistensi insulin, di mana situasi ini membuat hormon insulin tidak mampu digunakan secara optimal oleh sel-sel tubuh.

Instagram
Polifagia bukan kondisi yang bisa dianggap remeh. Anda dianjurkan berkonsultasi dengan dokter jika merasa lapar berlebihan terkait dengan diabetes. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Mengetahui gejala gula darah tinggi penting untuk langkah penanganan sehingga dapat mencegah risiko penyakit akibat kondisi ini.

Ketika insulin tidak bekerja dengan baik atau tubuh memiliki terlalu sedikit insulin, kadar gula darah akan melonjak.

Gula darah tinggi berkaitan erat dengan penyakit diabetes. Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa semakin parah dan menimbulkan komplikasi serius.

Untuk mendeteksi kadar gula darah, bisa dengan menggunakan alat cek gula darah secara mandiri atau di layanan kesehatan.

Dalam bahasa medis, kondisi yang dialami penderita diabetes disebut dengan Polifagia atau hyperphagia.

Pemkab Kubu Raya Gratiskan Pengobatan Diabetes, Bagaimana Mekanismenya?

Mengutip laman heatline, peningkatan rasa lapar biasanya merupakan respons terhadap aktivitas fisik seperti berolahraga atau kerja berlebihan.

Diabetes disebabkan oleh resistensi insulin, di mana situasi ini membuat hormon insulin tidak mampu digunakan secara optimal oleh sel-sel tubuh.

Padahal insulin memiliki peran penting untuk tubuh, yaitu meregulasi kadar glukosa dalam darah dan kesediaan energi untuk sel, menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi.

Namun, Anda masih bisa menghindari penyakit diabetes dengan melakukan perubahan gaya hidup.

Dengan menerapkan pola hidup sehat, sensitivitas tubuh terhadap insulin akan meningkat sehingga bisa mencegah terjadinya resistensi insulin.

Benarkah Penderita Diabetes Memiliki Urin yang Berbau Manis?

Alasan penderita diabetes sering lapar

Merasa mudah atau sering lapar dan peningkatan nafsu makan pada pasien diabetes ternyata berkaitan dengan neurotransmitter atau senyawa kimia pembawa pesan antar sel saraf di dalam otak.

Hal itu disampaikan oleh Dr. dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, K-EMD, FINASIM dalam acara webinar yang diselenggarakan Diabetasol, dikutip dari laman Kompas.com.

"Otak menghasilkan neurotransmitter yang menyebabkan rasa lapar dan kenyang," ujar Eliana.

Diabetes lantas membuat neurotransmitter terganggu, sehingga penderita diabetes menjadi sering lapar dan sulit merasa kenyang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved