Ramadhan Kareem

Perhatikan! Adab Melaksanakan Iktikaf Berburu Keutamaan Malam Lailatul Qadar 

Agar iktikaf yang dilakukan berbuah terampuninya dosa-dosa yang telah dilakukan, seorang muslim hendaknya menjaga dan memerhatikan adab-adab dan sunah

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Enro
Beriktikaf dapat diisi dengan menunaikan Shalat malam seperti Tahajud, Witir dan amalan sunnah lainya guna memburu Malam Lailaturl Qadar 

Dari Aisyah ra, dia berkata, ‘’Rasulullah jika ingin beriktikaf, beliau mengerjakan shalat fajar, kemudian masuk ke tempat iktikafnya. Suatu kali beliau ingin beriktikaf pada 10 hari terakhir Ramadahan, lalu Rasulullah Saw memerintahkan agar didirikan kemah maka dipancangkanlahnya.’’ (H.R. Bukhari dan Muslim).

Tak keluar Masjid Tanpa ada Kepentingan Darurat.

Orang yang beriktikaf hanya boleh keluar dari masjid untuk buang hajat atau keperluan mendesak lainnya. Hal itu berdasarkan hadits dari Aisyah yang telah disebutkan pada poin ketiga.

Tak Berjimak

Berdasarkan hadits dan surah Al-Baqarah ayat 187, orang yang beriktikaf tak diperbolehkan menyetubuhi istrinya.

bersungguh-sungguh dalam beribadah dan tak menyia-nyiakan waktu.

Bersungguh-sungguh dalam beribadah dan tak menyia-nyiakan waktu merupakan tujuan awal iktikaf. Orang yang beriktikaf hendaknya memfokuskan diri untuk beribadah dan mencari lailatul qadar yang dijanjikan dalam Al-Qur’an lebih baik daripada seribu bulan. (*)

Simak Informasi Lengkap Seputar Ramadhan 2023

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved