Ramadhan Kareem

Perhatikan! Adab Melaksanakan Iktikaf Berburu Keutamaan Malam Lailatul Qadar 

Agar iktikaf yang dilakukan berbuah terampuninya dosa-dosa yang telah dilakukan, seorang muslim hendaknya menjaga dan memerhatikan adab-adab dan sunah

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Enro
Beriktikaf dapat diisi dengan menunaikan Shalat malam seperti Tahajud, Witir dan amalan sunnah lainya guna memburu Malam Lailaturl Qadar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ramadhan 1444 Hijriah kini sudah memasuki malam ke 22.

Menjalankan iktikaf merupakan satu di antara ibadah untuk bertemu malam Lailatul Qadar.

Sebagaimana hadis nabi yang diriwayatkan oleh HR Muslim yang berbunyi Bersemangatlah mencari Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir.

Iktikaf merupakan salah satu sunah Nabi SAW pada bulan Ramadhan.

Agar iktikaf yang dilakukan berbuah terampuninya dosa-dosa yang telah dilakukan, seorang muslim hendaknya menjaga dan memerhatikan adab-adab dan sunahnya.

Lalu, apa saja tata cara yang penting diperhatikan oleh seorang muslim saat beriktikaf?

Apa Itu Shalat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan ? Bagaimana Tata Cara Pelaksanaanya? Simak Ulasan Ini

Berdasarkan narasi yang dihimpun dari rumah zakat.org Syeikh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya, Mausuu’atul Aadaab al-Islamiyah, mengungkapkan beberapa adab yang perlu dijaga dan diperhatikan dalam beriktikaf. Beberapa adab beriktikaf itu antara lain:

Niat yang Benar

Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaklah seseorang meniatkan iktikaf yang dilakukannya pada 10 hari terakhir Ramadhan, semata-mata hanya untuk mengharapkan keridaan Allah SWT dan menghidupkan sunah Rasulullah SAW

Sebagaimana disebutkan di atas, iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan adalah sunah yang dicontohkan Rasulullah Saw. ‘’Boleh juga beriktikaf di selain waktu itu, namun yang paling afdal adalah iktikaf pada bulan Ramadhan,’’ papar Syekh Sayyid Nada.

Iktikaf di Masjid Jami’

Menurut Syekh Sayyid Nada, tidak sah seseorang beriktikaf di rumahnya. ‘’Bahkan, ia wajib beriktikaf di masjid sebagaimana dicontohkan Nabi SAW,’’ ujar ulama terkemuka itu.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 187, ‘’Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid.’

Cara Menunaikan Shalat Taubat pada Malam-malam Terakhir Ramadhan 1444 Hijriah

iktikaf di dalam tenda atau kubah (semacam tenda) di masjid.

Menurut Syekh Sayyid Nada, iktikaf di dalam tenda atau kubah akan membantu orang beriktikaf untuk berkhalwat dengan Rabb-nya, bersendiri, dan tidak menyia-nyiakan waktu berbicara dengan orang lain. Hal itu, kata dia, dilakukan Rasulullah Saw.

Dari Aisyah ra, dia berkata, ‘’Rasulullah jika ingin beriktikaf, beliau mengerjakan shalat fajar, kemudian masuk ke tempat iktikafnya. Suatu kali beliau ingin beriktikaf pada 10 hari terakhir Ramadahan, lalu Rasulullah Saw memerintahkan agar didirikan kemah maka dipancangkanlahnya.’’ (H.R. Bukhari dan Muslim).

Tak keluar Masjid Tanpa ada Kepentingan Darurat.

Orang yang beriktikaf hanya boleh keluar dari masjid untuk buang hajat atau keperluan mendesak lainnya. Hal itu berdasarkan hadits dari Aisyah yang telah disebutkan pada poin ketiga.

Tak Berjimak

Berdasarkan hadits dan surah Al-Baqarah ayat 187, orang yang beriktikaf tak diperbolehkan menyetubuhi istrinya.

bersungguh-sungguh dalam beribadah dan tak menyia-nyiakan waktu.

Bersungguh-sungguh dalam beribadah dan tak menyia-nyiakan waktu merupakan tujuan awal iktikaf. Orang yang beriktikaf hendaknya memfokuskan diri untuk beribadah dan mencari lailatul qadar yang dijanjikan dalam Al-Qur’an lebih baik daripada seribu bulan. (*)

Simak Informasi Lengkap Seputar Ramadhan 2023

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved