Kukuhkan Guru Penggerak, Ini Pesan yang Disampaikan Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot
Dengan adanya guru penggerak ini lanjut Ontot, sebenarnya sebuah spektrum yang mampu merubah di seluruh segmen, untuk menjadi seorang guru yang lebih
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengukuhkan guru penggerak angkatan 4 dan komunitas guru penggerak Kabupaten Sanggau di Aula Perpustakaan daerah Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 15 Februari 2023. Sebanyak 6 orang guru penggerak yang dikukuhkan dan dua orang guru pengajar praktik.
"Harapan kita sesuai dengan tujuan pokoknya seperti apa mereka dihadirkan, tentu pertama menggerakkan bagaimana merdeka belajar, kemudian berikutnya juga bagaimana mereka juga menjadi pemimpin dari murid-murid nya," kata Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Rabu 15 Februari 2023.
Selain itu juga, mereka harus mampu melakukan kolaborasi secara baik dengan para guru-guru yang diluar guru penggerak. Dan juga harus mampu melahirkan murid-murid yang berkualitas.
"Tidak hanya sekedar seperti yang saya katakan tadi, datang terlambat tapi pulang cepat. Perilaku ini harus dirubah lagi," tuturnya.
Dengan adanya guru penggerak ini lanjut Ontot, sebenarnya sebuah spektrum yang mampu merubah di seluruh segmen, untuk menjadi seorang guru yang lebih bersemangat, bertanggungjawab dan lebih menjadi seorang pemimpin di kelasnya untuk murid-murid nya.
"Harapannya, kualitas dan hasil capaian di masing-masing satuan kedepannya lebih baik lagi. Karena selain dididik khusus, mereka juga dididik memang untuk dipersiapkan menjadi seorang pemimpin di satuan-satuan yang ada," jelasnya.
• Tingginya Curah Hujan, BPBD Sanggau Imbau Masyarakat Selalu Waspada
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Alipius mengatakan bahwa jumlah guru penggerak yang sudah lulus di Kabupaten Sanggau sebanyak 30 orang.

"Angkatan pertama 24 dan angkatan keempat sebanyak 6 orang. Dan saat ini sedang dalam pembelajaran yang angkatan 7 itu sebanyak 35 orang, yang nanti mereka akan selesai dengan masa pendidikan selama 6 bulan. Kita berharap mereka segera lulus dan masuk kedalam komunitas guru penggerak Kabupaten Sanggau," katanya.
Alipius berharap kedepan semakin banyak guru-guru di Kabupaten Sanggau yang ikut seleksi guru penggerak dan bisa lulus, karena guru penggerak ini merupakan salah satu persyaratan untuk bisa menjadi pimpinan-pimpinan di satuan pendidikan.
"Untuk bisa menjadi Kepala sekolah atau pengawas, jadi harus lulus guru penggerak. Itu sesuai dengan aturan terbaru dibidang pendidikan, sesuai dengan peraturan Mendikbudristek tentang sistem pendidikan di Indonesia," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
Mulian Law Firm Kawal Laporan Korban Dugaan Tindakan Represif di Aksi Mahasiswa DPRD Kalbar |
![]() |
---|
Mahasiswa Tegaskan Akan Turun Lagi, Jika Aspirasi Tak Ditindaklanjuti DPRD Kalbar |
![]() |
---|
Aksi Mahasiswa di DPRD Kalbar Ricuh, 18 Diamankan dan 3 Luka-Luka |
![]() |
---|
Perbaikan Jalan Pelang–Kepuluk Tahap 1 Hampir Rampung, Warga Dukung Imbauan Bupati |
![]() |
---|
Wabup Sukiryanto pimpim Gertam Cabai di Desa Pal IX |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.