Polemik Aturan Baru Beli Gas Elpiji 3 Kg, Penolakan Warga hingga Keluhan Pedagang

Kebijakan baru pemerintah soal aturan beli Gas Elpiji 3 kg menuai kritik dan penolakan dari warga maupun sejumlah pedagang.

Editor: Rizky Zulham
NET/ISTIMEWA
Ilustrasi gas elpiji 3kg - Polemik Aturan Baru Beli Gas Elpiji 3 Kg, Penolakan hingga Keluhan Warga 

Selain mempersulit dirinya saat kehabisan gas, Tuti mengaku bahwa kebijakan baru dalam membeli gas elpiji 3 kg akan membuatnya kesulitan mengutang di agen elpiji, tak seperti di warung-warung kecil biasanya.

"Sudah nyari di agen, utang kagak boleh, kalau di warung masih bisa ngutang dulu. Biar kata di pangkalan ada, di warung harus tetep ada," kata Tuti.

Mematikan usaha warung kecil Yuyut (39), pemilik pangkalan elpiji resmi di Suka Bakti, Serua Indah, Ciputat, Tangsel mengaku tidak setuju jika kebijakan baru mengenai pembelian elpiji 3 kg diberlakukan.

Pemilik pangkalan itu mengaku tidak enak membuat mati usaha warung kecil lantaran selama ini yang menjadi pelanggannya merupakan pemilik warung-warung kecil.

"Enggak enak juga kita, biasa kan warung-warung dagang, kalau gitu kan matiin usaha warung. Lagian sama saja belum tentu untung," ujar Yuyut saat ditemui, Senin 16 Januari 2023.

Selain itu, Yuyut juga mengaku akan merasa kerepotan jika harus menjual gas elpiji 3 kg secara langsung ke konsumen.

Sebab, konsumen hanya akan membeli elpiji satu buah, berbeda dengan warung yang langsung membeli dalam jumlah besar.

"Yang paling banyak ngambil ke pangkalan kan warung-warung, minimal 10. Kalau orang nanti beli di pangkalan paling cuma 1," kata dia.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved