Pola Hidup Sehat

Terganggu dengan GERD, Stop Kebiasaan Buruk yang Memicu Asam Lambung Naik

GERD yang tidak diobati dapat memicu peradangan, jaringan parut, atau pertumbuhan jaringan abnormal pada kerongkongan.

PEXELS
Asam lambung atau GERD yang tak segera diatasi bisa menjalar menjadi berbagai penyakit yang membahayakan tubuh. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Gejala GERD tidak boleh disepelekan begitu saja.

Satu diantaranya ialah, mengabaikan rasa sakit dan mual serta jam makan yang telat setiap harinya sesuai kebiasaan.

Begitu pula asam lambung dan maag yang mulanya hanya terjadi sekali dalam sebulan, seminggu kini menjadi setiap hari.

Hal ini patut dipertimbangkan, karena pola hidup dan sering munculnya GERD atau asam lambung yang tak sehat.

GERD yang tidak diobati dapat memicu peradangan, jaringan parut, atau pertumbuhan jaringan abnormal pada kerongkongan.

Hindari 4 Jenis Makanan Jika Tak Ingin Asam Lambung dan GERD Naik ke Tenggorokan

Akibatnya, kerongkongan menjadi lebih sempit dan kencang. Kondisi ini disebut striktur esofagus dan membuat penderita sulit menelan.

Striktur esofagus juga mempersulit makanan dan cairan mengalir dari kerongkongan ke perut, serta membuat pernapasan terasa sempit.

Di beberapa kasus, makanan padat bisa tersangkut di kerongkongan dan meningkatkan risiko tersedak.

Asam lambung yang tak segera diatasi bisa menjalar menjadi berbagai penyakit yang membahayakan tubuh.

Cara mencegah komplikasi

Masih dari Medical News Today, cara terbaik mencegah komplikasi asam lambung naik adalah menghindari makanan dan aktivitas pemicunya.

Dikira Sama, Ternyata Ini Perbedaan Penyakit GERD, Asam Lambung dan Heartburn

Beberapa tips untuk menghindari asam lambung baik meliputi:

  • Menghindari makanan berlemak atau pedas
  • Makan dalam porsi kecil tapi sering dan menghindari makan sekali dalam porsi besar
  • Menghindari makan sebelum tidur
  • Tetap tegak selama 45 menit setelah makan
  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Berhenti merokok atau menghindari paparan asap rokok
  • Minum obat sesuai petunjuk dokter.

Dikutip dari Cedars Sinai, peminum alkohol berlebihan, orang yang makan makanan terlalu pedas, perokok, orang yang stres, dan orang yang mengonsumi obat penghilang rasa sakit dan demam rentan terkena maag.

Di luar faktor gaya hidup, maag juga rawan dialami penderita penyakit autoimun, refluks empedu kronis, anemia perniosa, dan kalangan lansia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved