Pola Hidup Sehat

Efek Samping Obat GERD Antasida dan Asam Lambung Lainnya yang Perlu Diwaspadai

Mengutip GoodRx Health, tiga kelompok obat utama untuk mengatasi refluks asam dan GERD adalah antasida, H2 blocker, dan PPI.

Tayang:
Kolase / Tribunpontianak.co.id / sid
Penyakit Gerd yang memiliki beragam gejala dan rasa sakit bagi penderitanya dan perbedaannya dengan maag 

Misalnya, jika makanan pedas membuat Anda mulas, Anda bisa minum antasida sebelum makan sesuatu yang pedas.

Berdampak Pada Mental, Apakah Sarapan Bisa Mencegah Penyakit GERD?

Efek samping

Mengutip GoodRx Health, ada beberapa hal yang perlu diingat saat mengonsumsi antasida, yaitu sebagai berikut:

  • Dalam banyak kasus antasida dapat mengubah cara obat lain diserap oleh tubuh. Sebagai aturan umum, minum obat lain 1 jam sebelum atau 4 jam setelah Anda minum antasida.
  • Berbagai jenis antasida menyebabkan efek samping yang berbeda. Merek yang menggunakan magnesium dapat menyebabkan diare. Merek yang menggunakan kalsium atau aluminium dapat menyebabkan sembelit.
  • Terlalu banyak kalsium dapat menyebabkan batu ginjal karena banyak merek antasida mengandung kalsium. Sehingga, penting untuk tidak menggunakan antasida ini secara berlebihan.
  • Jika gejala GERD Anda belum membaik setelah 2 minggu mengonsumsi antasida, Anda mungkin memerlukan obat yang lebih kuat.

Apa Prinsip Utama Dalam Mengobati Penyakit GERD dan Asam Lambung?

2. Histamin-2 (H2) blocker

Mengutip GoodRx Health, H2 blocker adalah kelas obat GERD yang bisa meredakan refluks asam. Beberapa H2 blocker bisa juga mengatasi tukak lambung dan usus.

Obat GERD ini berkerja dengan memblokir reseptor kimia di perut yang disebut reseptor histamin-2.

Ini berperan menurunkan jumlah asam yang diproduksi oleh perut, terutama setelah makan.

Mengutip WebMD, jadi H2 blocker paling baik diminum 30 menit sebelum makan.

Obat GERD ini juga dapat diminum sebelum tidur untuk menekan produksi asam di malam hari. Contoh resep H2 blocker:

  • Cimetidine (Tagamet)
  • Famotidine (Pepcid)
  • Nizatidine
  • Cimetidine dan Famotidine tersedia sebagai obat yang dijual bebas (OTC), sementara Nizatidine biasanya obat yang diresepkan dokter.

Efek samping

Mengutip GoodRx Health, efek samping dari H2 blocker biasanya jarang terjadi.

Jika memang terjadi, biasanya ringan. Di bawah ini adalah efek samping yang umum dari obat-obatan:

  • Cimetidine: sakit kepala, diare, dan pertumbuhan payudara pada pria (ginekomastia)
  • Famotidine: konstipasi, sakit kepala, diare, dan pusing
  • Nizatidine: sakit kepala, pusing, diare, nyeri, dan gejala flu biasa.

Efek samping yang lebih serius dari H2 blocker dapat terjadi pada orang yang memiliki masalah ginjal atau hati dan mereka yang berusia di atas 50 tahun, misalnya:

  • Kebingunan
  • Halusinasi
  • Delirium
  • Efek samping tersebut paling sering terjadi pada cimetidine, meskipun dapat terjadi pada H2 blocker apa pun.

Solusi Mengatasi GERD dan Asam Lambung dengan Air Tajin, Resep dr. Zaidul Akbar

3. Proton Pump Inhibitors (PPI)

Mengutip GoodRx Health, PPI bekerja di dalam sel-sel lapisan perut. Mereka memblokir enzim -H+/K+ ATPase, yang menghasilkan asam lambung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved