Pola Hidup Sehat

Waspada ! Lonjakan Gula Darah Akibat Diabetes, Bisa Meningkatkan Resiko GERD Kambuh

diabetes adalah penyakit metabolik yang mesti diwaspadai siapa saja. Pasalnya, penyakit tersebut tak dapat disembuhkan

TRIBUNPONTIANAK- INSTAGRAM
“Obesitas meningkatkan risiko GERD,” kata dr. Reza. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Penyakit GERD menjadi penyakit yang tak boleh diabaikan begitu saja.

Ada banyak cara dan alternatif untuk mengobati GERD yang sedang kamu rasakan.

Satu diantaranya ialah merubah pola hidup sehat dan menjauhi makanan yang di larang untuk penderta GERD.

Namun, jika kamu juga menderita penyakit diabetes, ternyata sangat mampu membuat GERD sering kambuh.

Karena, diabetes adalah penyakit metabolik yang mesti diwaspadai siapa saja. Pasalnya, penyakit tersebut tak dapat disembuhkan. Penderita hanya bisa mengelola gejala agar tak memburuk.

Apabila penderita abai, diabetes yang dialaminya bisa menyebabkan lonjakan gula darah. Cepat atau lambat, kondisi tersebut dapat memicu komplikasi.

3 Cara yang Paling Cepat Menurunkan GERD dan Asam Lambung yang Naik Tanpa Obat

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi akibat diabetes yang tidak dikelola dengan baik adalah GERD alias gastroesophageal reflux disease.

Berdasarkan Healthline, sekitar 75 persen penderita diabetes mengalami GERD.

Berikut ini alasan mengapa penderita diabetes cukup rentan mengalami GERD:

Diabetes Merusak Saluran Cerna

Insulin merupakan hormon yang diperlukan tubuh untuk membantu proses penyerapan dan pengubahan gula darah (glukosa) menjadi energi. Pada penderita diabetes tipe 2, hormon ini tidak direspons oleh tubuh sebagaimana mestinya.

Akibatnya, kadar gula darah (glukosa) penderita diabetes cenderung tinggi. Kondisi ini lambat laun dapat merusak organ dan jaringan tubuh, termasuk saluran pencernaan, bila tidak ditangani dengan tepat.

3 Jenis Makanan yang Perlu Dihindari Oleh Penderita Diabetes, Termasuk Susu dan Jagung

Salah satu komponen saluran cerna yang terdampak adalah sfingter, yaitu otot berbentuk cincin yang dapat membuka dan menutup. Otot ini berada di bawah kerongkongan.

Sfingter bertugas serupa pintu satu arah yang memungkinkan makanan dan minuman masuk menuju lambung untuk dicerna.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved