BKKBN Kalbar Targetkan Perbanyak Kampung Keluarga Berkualitas Jadi Desa Mandiri

Dirinya berharap keberadaan Kampung KB dapat memberikan dampak yang dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat setempat.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Bkkbn
Foto bersama Plt Kaper BKKBN Provinsi Kalbar Muslimat usai membuka kegiatan Revitalisasi District Working Group dalam rangka Fasilitasi dan Pembinaan Kampung KB Kabupaten Kota se Kalbar pada Senin 28 November 2022.//Bkkbn 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) perwakilan Provinsi Kalimantan Barat ( Kalbar ) menargetkan semakin banyak Kampung Keluarga Berkualitas ( KB ) yang menjadi desa mandiri.

Keberadaan Kampung KB bakal diselaraskan dengan program Desa Mandiri yang sudah ditentukan target prioritasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Kalbar, Muslimat menyebutkan kampung KB akan disinergikan dengan program Desa Mandiri yang digalakkan Pemerintah Provinsi Kalbar.

Sehingga keberadaan Kampung KB sejalan dengan kebijakan Gubernur Kalbar Sutarmidji dalam peningkatan status Desa Mandiri.

Baca juga: Wali Kota Pontianak Sebut RI - Malaysia Lebih dari Sekadar Hubungan Diplomatik

Baca juga: UMP Kalbar 2023 Naik 7,16 Persen Berlaku 1 Januari 2023, Berikut Besarannya

"Kampung KB ini sejalan dengan program Gubernur Kalbar yakni Desa Mandiri. Kami berharap Kampung KB kedepan bisa menjadi Desa Mandiri," ujar Plt Kaper BKKBN Provinsi Kalbar Muslimat usai membuka kegiatan Revitalisasi District Working Group dalam rangka Fasilitasi dan Pembinaan Kampung KB Kabupaten Kota se Kalbar pada Senin 28 November 2022.

Dirinya menambahkan Kampung KB merupakan salah satu program prioritas nasional sebagai upaya pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara terintegrasi dan konvergen antar lintas sektor.

"Kampung KB yang berada di lokasi desa tertinggal kini sebagian sudah menjadi Desa Mandiri. Ini juga berkaitan dengan tujuan Gubernur dimana desa-desa diharapkan menuju desa mandiri," katanya.

Muslimat menyebutkan sejak dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 14 Januari 2016 lalu keberadaan Kampung KB kini terus tumbuh dengan pesat.

Misalnya di Provinsi Kalbar saat ini sudah memiliki sebanyak 346 Kampung KB yang tersebar di 14 kabupaten kota.

Dirinya berharap keberadaan Kampung KB dapat memberikan dampak yang dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat setempat.

Terlebih saat ini telah terbit Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung KB.

"Dengan terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2022 ini secara legal dan formal, dari kementerian serta dinas lainnya sudah bisa berkontribusi untuk memajukan Kampung KB ini dengan masing-masing program yang ada di instansi tersebut," ucap Muslimat.

Dengan terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2022, Muslimat berharap keterlibatan semua pihak terutama dalam pembinaan Kampung KB. Maka peran lintas sektor sangat diharapkan dalam percepatan penurunan stunting.

Misalnya perubahan perilaku hingga pemenuhan sarana prasarana pada Kampung KB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved