Ragam Contoh
Infeksi Jamur Vagina atau Kandidiasis: Penyebab, Gejala, dan Alasan Mengapa Harus Segera Ditangani
Jamur yang hidup di vagina hidup dari kelebihan gula ini, sehingga menyebabkan mereka tumbuh semakin subur dan menjadi infeksi.
Ringkasan Berita:
- Pada dasarnya, vagina memiliki keseimbangan alami antara bakteri baik dan jamur. Keberadaan sel ragi dalam jumlah kecil justru menandakan bahwa kondisi vagina berada dalam keadaan normal dan sehat.
- Selain itu, penderita juga dapat mengalami kemerahan pada kulit di sekitar vagina, munculnya ruam, hingga keputihan yang tidak normal.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Infeksi jamur vagina merupakan gangguan kesehatan organ intim yang terjadi akibat pertumbuhan jamur Candida secara berlebihan.
Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan infeksi ragi atau kandidiasis (candidiasis), dan termasuk salah satu masalah kewanitaan yang cukup sering dialami.
Pada dasarnya, vagina memiliki keseimbangan alami antara bakteri baik dan jamur. Keberadaan sel ragi dalam jumlah kecil justru menandakan bahwa kondisi vagina berada dalam keadaan normal dan sehat.
Namun, ketika jumlah jamur Candida meningkat drastis hingga melebihi batas wajar, keseimbangan tersebut terganggu dan memicu terjadinya infeksi.
Kandidiasis bukan termasuk penyakit menular seksual. Meski demikian, aktivitas seksual dapat menjadi salah satu faktor yang memungkinkan jamur berpindah ke pasangan.
Karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat dianjurkan agar infeksi tidak berlanjut atau menyebar.
Infeksi jamur pada vagina umumnya ditandai dengan sejumlah gejala yang cukup khas dan mudah dikenali.
• BMKG Prediksi Rob Dua Meter, Wali Kota Pontianak Arahkan Tim Pantau Lapangan
Beberapa tanda yang sering muncul antara lain rasa gatal hebat di area vagina, pembengkakan atau iritasi di sekitar organ intim, serta sensasi panas atau terbakar saat buang air kecil maupun ketika berhubungan intim.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami kemerahan pada kulit di sekitar vagina, munculnya ruam, hingga keputihan yang tidak normal.
Keputihan akibat infeksi jamur biasanya bertekstur kental, berwarna putih atau keabuan, dan tampak menggumpal menyerupai keju.
Adapun penyebab infeksi jamur vagina cukup beragam. Mengutip informasi kesehatan dari WebMD, kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor yang memengaruhi keseimbangan alami flora vagina.
Beberapa penyebab umum infeksi jamur vagina antara lain penggunaan antibiotik dalam jangka waktu tertentu, perubahan hormon, daya tahan tubuh yang menurun, kebiasaan menjaga kebersihan organ intim yang kurang tepat, hingga kondisi medis tertentu seperti diabetes yang tidak terkontrol.
Dengan mengenali gejala dan penyebabnya sejak dini, infeksi jamur vagina dapat ditangani lebih cepat sehingga mencegah komplikasi serta ketidaknyamanan yang berkepanjangan.
1. Penggunaan antibiotik
Penggunaan obat antibiotik adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi jamur vagina.
Antibiotik dan beberapa obat lain mengubah tingkat bakteri dan organisme lain pada vagina - seperti bakteri acidophilus lactobacillus, yang biasanya membantu menjaga sel-sel ragi dalam jumlah yang seimbang.
Obat-obatan juga dapat mengubah keasaman vagina atau "keseimbangan pH" yang memungkinkan ragi untuk tumbuh terlalu cepat. Sehingga mudah terjadi keputihan, alergi, gatal-gatal dan infeksi.
2. Kehamilan
| 50 Soal SAT dan Kunci Jawaban PJOK Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka 2026 |
|
|---|
| Bediding Kembali Melanda Indonesia, Suhu Udara Bisa Turun hingga Belasan Derajat |
|
|---|
| 50 Soal Seni Musik Kelas 3 SD Semester 2 Lengkap, Mudah Dipahami Siswa |
|
|---|
| Apa Itu Lipstick Effect? Fenomena Mal dan Kafe Tetap Ramai Saat Ekonomi Sulit |
|
|---|
| Wajib Tahu! 5 Makanan Kaya Magnesium untuk Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Bugar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/cara-mengatasi-varises-vagina-ketahui-penyebab-dan-gejalanya.jpg)