2 Hari Operasi Zebra Kapuas 2022, Terjadi 6 Lakalantas 5 Meninggal Dunia, 754 Pengendara Ditegur

Kombespol Raden Petit Wijaya juga menyampaikan, terjadi 6 kasus kecelakaan dalam dua hari pelaksanaan operasi zebra di Kalbar.

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
Dok. Humas Polda Kalbar
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Raden Petit Wijaya bersama sejumlah jajaran gelar konferensi pers dalam pengungkapan kasua PETI dan penyalahgunaan Solar Subsidi, Senin 8 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dua hari pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2022, Polda Kalimantan Barat menegur sebanyak 754 pengendara di seluruh Kalimantan Barat.

Selain itu, Polda Kalbar juga menilang 14 kendaraan melalui Etle.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Raden Petit Wijaya, Rabu 5 Oktober 2022.

Kombespol Raden Petit Wijaya juga menyampaikan, terjadi 6 kasus kecelakaan dalam dua hari pelaksanaan operasi zebra di Kalbar.

Menuju Pontianak Tangguh, Warga Bisa Lapor dan Akses Informasi Lewat SIPD Bencana

Pertama 1 kasus terjadi wilayah hukum Polresta Pontianak dengan korban 1 orang meninggal dunia

Kemudian, 2 kasus kecelakaan di Kabupaten Bengkayang dengan 3 korban meninggal dunia.

Lalu, 2 Kasus kecelakaan di kabupaten Sanggau dengan 3 orang luka berat, terakhir satu kasus kecelakaan di kabupaten kubu raya dengan 1 orang meninggal dunia.

Jumlah kasus kecelakaan tersebut pun menambah panjang daftar kecelakaan di Kalimantan Barat pada tahun 2022 ini, sehingga pada tahun 2022 ini telah terjadi sebanyak 870 kasus kecelakaan, dengan rincian 371 orang meninggal dunia, 413 orang luka berat, 697 luka ringan dengan total kerugian materil mencapai 4,2 Miliar rupiah.

Lebih jauh, terdapat 4 daerah di Kalimantan Barat yang sudah terdata memiliki tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi.

Pertama Kota Pontianak, dengan titik rawan kecelakaan di jalan Ampera, jalan Gusti Hamzah, Jalan Gusti Situt Mahmud, jalan Khatulistiwa dan Jalan Adisucipto.

Lalu, Kabupaten Kubu Raya titik rawan kecelakaan berada di jalan Trans Kalimantan.

Selanjutnya, kabupaten Sanggau titik rawan kecelakaan berada di jalan Tayang - Sosok.

Titik rawan di kabupaten Mempawah berada di Kecamatan Sungai Pinyuh yakni jalan Raya Sungai Pinyih - Pontianak.

Terakhir, lokasi kerawanan kecelakaan berada di Kabupaten Sambas dengan titik rawan kecelakaan pada ruas jalan Sambas - Pontianak.

Kombespol Raden Petit Wijaya berpesan kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk senantiasa berhati - hati dalam berkendara, mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan.

"Keselamatan adalah hal utama, dalam berkendara wajib mengutamakan keamanan dan keselamatan, lengkapi atribut keselamatan serta surat - surat kendaraan,"pesannya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved