Pola Hidup Sehat

Obat Tradisional dan Makanan Sehat untuk Diabetes Adalah Tempe, Ini Kata Ahli

Dia menyebut, tempe memiliki efek positif terhadap peningkatan kesehatan, terutama dalam pengendalian dan pencegahan penyakit diabetes melitus (DM).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Agar manfaat dan kandungan nutrisi tempe bisa Anda peroleh dengan optimal, sebaiknya olah tempe dengan cara ditumis, dikukus, direbus, atau dipanggang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Cara mengetahui diabetes tahap awal bisa dilakukan dengan mendeteksi sejumlah gejala awal yang muncul sejak dini.

Diabetes juga menjadi faktor risiko dari sejumlah kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.

Namun sebenarnya ada makanan yang bisa membantu menurunkan risiko diabetes.

Diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami. Penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) di atas batas normal.

Secara umum, gejala diabetes tipe 1 dan 2 sulit dibedakan dan sering kali mirip satu sama lain.

Benarkah Diabetes Keturunan Lebih Berbahaya? Bagaimana Cara Mencegahnya

Dikutip dari CNN Indonesia, Dosen IPB University dari Fakultas Teknologi Pertanian Made Astawan mengungkapkan bahwa tempe adalah salah satu makanan yang baik bagi penderita diabetes .

Dia menyebut, tempe memiliki efek positif terhadap peningkatan kesehatan, terutama dalam pengendalian dan pencegahan penyakit Diabetes Melitus (DM).

Hal tersebut disampaikan berdasarkan penelitiannya yang dilakukannya terkait kedelai dan tempe serta manfaat kesehatannya saat Tempe Science Talks di Osaka University beberapa waktu lalu.

Tempe mengandung lemak sehat, yaitu lemak tak jenuh tunggal. Jenis lemak ini diketahui baik untuk mengontrol kolesterol serta memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Agar manfaat dan kandungan nutrisi tempe bisa Anda peroleh dengan optimal, sebaiknya olah tempe dengan cara ditumis, dikukus, direbus, atau dipanggang.

Khasiat Daun Jambu Biji untuk Diabetes, Juga Sangat Baik Melancarkan Pencernaan

Kamu juga bisa berkreasi dengan menambah tempe ke dalam sup, pepes, atau salad. Asalkan jangan mengonsumsi tempe goreng terlalu sering karena akan meningkatkan kalorinya.

Penelitian tersebut dilakukan pada tikus ini mengungkapkan bahwa aktivitas hipoglikemik pada tempe kedelai berkecambah (GST) dan tidak berkecambah (NST).

Walaupun tidak ada perbedaan nyata yang ditemukan pada kandungan insulitropic Amino Acid pada tempe GST dan tempe NST, diketahui kandungan protein dan serat kasar lebih tinggi pada tempe GST. Sedangkan tempe NST memiliki kandungan fenilalanin dan leusin lebih tinggi dari GST.

"Insulitropik amino acid ini memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang dapat memicu sel beta pada pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak. Hal ini baik bagi penderita diabetes," jelasnya.

Ini Kata Ahli Jika Ingin Mengonsumsi Tempe Bosok, Apakah Ada Manfaatnya?

Dari hasil penelitiannya, Made juga mengatakan bahwa tingginya kandungan isoflavon pada tempe dapat menghambat dan menetralkan radikal bebas. Dinyatakan tempe memiliki prospektif bagus untuk menekan kadar gula darah tanpa mengonsumsi obat antidiabetes.

"Artinya, diet pada penderita diabetes dengan mengkonsumsi tempe sangatlah baik dan disarankan," katanya.

Diabetes juga dapat menyebabkan efek penurunan berat badan karena penurunan produksi insulin. Penurunan produksi insulin menyebabkan glukosa tidak bisa diolah menjadi energi. Berdasarkan penelitian tersebut, tempe dapat mengatasi efek negatif tersebut pada tikus penderita diabetes," akhirnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved