ASITA Nilai Perlu Kolaborasi Maksimal Semua Elemen untuk Majukan Sektor Pariwisata di Kalbar 

Ifan Ronaldo Menilai event-event tersebut belum terlalu memikat perhatian para wisatawan dari luar Kalbar dan mancanegara.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ifan Ronaldo Barus Ketua DPD Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalbar. 

Begitu pula pada agenda robo-robo yang dilangsungkan di Kakab dan Mempawah, menurutnya agenda-agenda ini seharusnya dapat dinikmati oleh semua masyarakat dan wisatawan-wisatawan di seluruh Indonesia.

Namun demikian sejauh ini agenda-agenda ini hanya mampu menjadi konsumsi masyarakat lokal saja.

Padahal adat dan budaya yang dimiliki pada event-event ini dapat menjadi modal utama sebagai daya tarik kepada para wisatawan.

Selain mempertahankan adat dan budaya, event-event ini juga seharusnya dapat dielaborasi dengan kegiatan-kegiatan terkini yang dapat menjadi pemicu untuk kalangan milineal yang saat ini sudah sangat menurun ketertarikannya akan adat dan budaya.

Ia mencontohkan, bahwa belakangan ini konser-konser musik sering dilangsungkan di Kota Pontianak ini dengan antusias yang sangat luar biasa dari kalangan milineal, berbanding terbalik dengan event-event di atas.

Maka dari itu perlunya kombinasi dan kolaborasi oleh semua elemen terkait untuk dapat menciptakan inovasi-inovasi baru, yang kemudian dapat meningkatkan animo masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung pada event-event yang menjadi identitas daerah ini.

"Kita sekarang tidak bisa menutup mata melihat kegemaran mereka, tidak bisa kita batasi. Solusinya, ya kita siasati dengan acara-acara yang disenangi oleh anak-anak milenial," ucapnya.

Ia juga mencontohkan pada festival pesona Temajuk 2022 misalnya, yang berkolaborasi antara Pemprov, Pemkab, dan Polda Kalbar, beserta komunitas-komunitas dan elemen-elemen terkait.

Agenda ini berhasil menarik wisatawan dari luar seperti yang telah dijelaskan di atas, membuktikan bahwa kolaborasi sangat membantu dalam mensukseskan event-event yang menjadi andalan daerah.

Selain kolaborasi, event ini juga mempunyai inovasi yang sangat baik dengan melangsungkan agenda Rally Off Road.

Tentu ini menjadi strategi pariwisata yang luar biasa ,sehingga banyak komunitas-komunitas off road yang berdatangan ke Temajuk.

"Event Temajuk contoh kolaborasi yang baik, peserta lomba Rally 120 unit mobil, Rally Wisata 60 unit mobil, anak motor 200 unit mobil, total manusia yang hadir 1000 lebih, belum para pengunjung lainnya. Dapat dibayangkan beberapa perputaran ekonominya," ucapnya.

Disisi lain ia mengakui bahwa kendala-kendala pengembangan potensi wisata di Kalbar ini. Selain permasalahan minimnya anggaran yang ada, belum memadainya akses dan infrastruktur yang menunjang juga menjadi penghambat.

Namun demikian menurutnya bahwa ini tidak boleh dijadikan alasan begitu saja, harus dilakukan upaya-upaya pengembangan dan promosi wisata daerah mulai dari masyarakat setempat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved