Munsif: Wilayah Bebas PMK Harus Dibuktikan Hasil Konsisten Tidak Ada Kasus Selama 3 Tahun

Namun via SE 06 Satgas PMK pusat, sudah diberikan ruang sedikit, yakni memasukkan hanya untuk dipotong langsung di RPH

Penulis: Maskartini | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Disbunnak Provinsi Kalbar
Pengawasan oleh Tim Kesmavet Disbunnak Prov Kalbar ke RPH Kunnak di Nipah Kuning Pontianak (tempat penampungan skligus pemotongan hewan yg direkom POV saat wabah PMK ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Minimnya ketersediaan daging sapi merupakan dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk perharinya kebutuhan daging segar di Kota Pontianak mencapai 9 gram perkapita.

Jika dikalkulasikan dengan jumlah penduduk Kota Pontianak sekitar 676.282 ribu jiwa. Maka dalam sehari diperlukan daging segar sekitar 6,3 ton.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Munsif mengatakan pasokan ternak ke Kalbar sampai akhir Agustus di larang dengan alasan apapun.

Namun via SE 06 Satgas PMK pusat, sudah diberikan ruang sedikit, yakni memasukkan hanya untuk dipotong langsung di RPH.

Stok Daging Sapi Menipis, Pedagang di Pontianak Harap Pemerintah Beri Izin Datangkan Sapi Pulau Jawa

Ia mengatakan Kalbar sudah zero PMK atau tidak ada kasus aktif dan tidak ada kasus baru.

Namun, untuk dinyatakan wilayah bebas, harus dibuktikan via hasil surveilan secara reguler dengan hasil konsisten tidak ada kasus aktif atau kasus baru hingga 3 tahun lamanya.

Setelah itu kata Munsif baru keluar SK menteri yang menyatakan wilayah Kalbar bebas PMK.

"Itu protab yang ditetapkan pemerintah yang mengadobsi aturan badan kesehatan hewan dunia yang berlaku untuk semua negara," ujarnya.

Saat ini sudah ada relaksasi aturan, yakni sejak tidak ada kasus aktif baru sampai dengan dinyatakan resmi zona bebas (hijau) wilayah tersebut masuk katagori zona putih.

"Bila dalam 2 kali hasil surveilan tidak lagi ditemukan hasil positif terhadap sampel serum yang diambil dari pop ternak yang ada," ujarnya.

Di wilayah zona putih kata Munsif, tentu ada relaksasi bagi upaya pemasukan ternak yang berasal dari zona putih atau zona hijau dengan persyaratan yang ketat.

Relaksasi untuk pemasukan ternak ke Kalbar tentunya akan semakin besar bila pop ternak sapi potong yang ada sudah divaksinasi tahap I > 70 persen.

"Syukur bila sudah vaksin ke 2 hingga vaksin booster. Saat ini capaian vaksin dari target alokasi dosis yang diterima. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved