Balitbang Kalbar dan UPB Lakukan Penelitian Pentahelix, Dukung Terwujudnya Desa Mandiri

Sebelumnya penelitian sendiri telah dilakukan di 3 Desa di Kabupaten Sanggau, yaitu Desa Balai Belungai, Desa Subah, dan Desa Tae.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Firdaus
Dokumentasi seminar akhir hasil penelitian kerjasama Balitbang Prov dan UPB Pontianak, di salah satu aula Kampus UPB Pontianak. Selasa, 20 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Balitbang Provinsi Kalbar dan Universitas Panca Bhakti ( UPB ) Pontianak menggelar seminar akhir kerjasama penelitian tentang rekayasa model desa berbasis kerjasama pentahelix dalam mendukung terwujudnya Desa Mandiri.

Seminar akhir hasil penelitian kerjasama ini dilangsungkan di salah satu aula Kampus UPB Pontianak. Selasa, 20 September 2022

Hadir dalam kesempatan Seminar akhir ini Dr Herkulana Mekarryani Kepala Balitbang Prov Kalbar, Dr Purwanto Rektor UPB Pontianak, Perwakilan Dinas Pemdes Prov Kalbar, Perwakilan Dinas Pemdes Kab Sanggau, dan tamu undangan lainnya.

Sebelumnya penelitian sendiri telah dilakukan di 3 Desa di Kabupaten Sanggau, yaitu Desa Balai Belungai, Desa Subah, dan Desa Tae.

Balitbang Provinsi Kalbar kerjasama Sama dengan UPB Pontianak Gelar FGD di Sanggau

Dr Herkulana Mekarryani Kepala Balitbang Prov Kalbar mengatakan bahwa ini merupakan tindak lanjut dari visi dan misi Pemprov Kalbar yang berkomitmen untuk menciptakan program-program pemerintahan yang berbasis riset dan penelitian. Salah satunya program perencanaan Desa mandiri ini.

"Ini kan kita menindaklanjuti dari salah satu visi misi Pemprov dalam rangka untuk mewujudkan Desa Mandiri, kita mencoba dengan penelitian ini melalui rekayasa model kerjasama pentahelix. Dan teman-teman dari UPB sudah luar biasa melalui identifikasi indikator-indikator dari index Desa membangun sudah membuat pemetaan di Desa-desa apa yang harus dilakukan secara kerjasama, dan kemudian mereka juga sudah membuat model aktor-aktor dalam unsur kerjasama itu siapa berbuat apa," ucapnya.

"Berdasarkan hasil identifikasi teman-teman Desa Subah berpotensi untuk Desa Wisata dan juga terdapat hortikultura, kemudian Desa Balai Belungai ada seni budaya dan hortikultura kalau saya tidak salah dan ketahanan pangan, kemudian untuk Desa Tae disitu adalah untuk budaya, wisata, dan ketahanan pangan," lanjutnya menjelaskan.

Untuk mendukung percepatan pembangunan Desa Mandiri tersebut, penelitian ini juga merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk melakukan penguatan di bidang infrastruktur telekomunikasi.

Hal ini dilakukan mengingat masih banyaknya daerah-daerah di Kalimantan Barat ini yang masih belum terjangkau oleh sinyal internet.

"Makanya dari hasil penelitian ini adalah kita memberikan rekomendasi penguatan infrastruktur di bidang komunikasi, dalam rangka kita mendukung tidak hanya desa mandiri tapi juga IPM," ucapnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved