Balitbang Provinsi Kalbar kerjasama Sama dengan UPB Pontianak Gelar FGD di Sanggau

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat, Dr Herkulana Mekarriyani mengatakan bahwa tujuan dari FGD

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Foto bersama usai kegiatan FGD penelitian dengan judul "Rekayasa model desa berbasis kerjasama pentahelix dalam mendukung terwujudnya desa mandiri" di Aula Kantor Bapeda Sanggau, Kalbar, Kamis 8 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalbar berkerjasama dengan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Universitas Panca Bhakti Pontianak menggelar kegiatan focus group discussion (FGD) penelitian dengan judul "Rekayasa model desa berbasis kerjasama pentahelix dalam mendukung terwujudnya desa mandiri" di Aula Kantor Bapeda Sanggau, Kalbar, Kamis 8 September 2022.

Staf Ahli Bupati Sanggau bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Shofiar Juliansyah. Dalam sambutannya, Shofiar Juliansyah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sanggau mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi KaLBAR Melalui Balitbang Provinsi Kalbar yang bekerjasama dengan Universitas Panca Bakti Pontianak yang telah melakukan Penelitian dengan Judul "Rekayasa Model Desa Berbasis Kerjasama Pentahelix dalam mendukung Terwujudnya Desa Mandiri” dengan lokus penelitian di Kabupaten Sanggau di 4 Desa.

Kapolres Sanggau Sampaikan Sejumlah Pesan Saat Momen Syukuran Hari Jadi ke 74 Polwan

"Diantaranya, Desa Subah, Desa Balai Belungai, Desa Tanjung Bunut dan Desa Tae,"katanya.

Dikatakannya, pelaksanaan FGD diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi bagi Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten) dalam menentukan arah Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa demi memajukan serta memandirikan masyarakat Desa.

"Diperlukan langkah-langkah strategis untuk melakukan percepatan pembangunan desa dalam upaya peningkatan status IDM untuk mendukung pencapaian target RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2019-2024,"tuturnya.

Tahun 2022, status Desa Mandiri di Kabupaten Sanggau sebanyak 57 Desa, 65 Desa berstatus Maju dan 41 Desa berstatus berkembang.

Dan Kabupaten Sanggau sudah tidak ada lagi desa yang berstatus Desa Sangat tertinggal dan tertinggal.

"Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah/forum bertukar pikiran ataupun  pengalaman dan dapat menggali permasalahan dan kendala yang ada di desa, dan mencarikan solusinya demi terlaksananya Percepatan Pembangunan Desa yang pada akhirnya dapat meningkatkan status Indeks Desa Membangun di Kabupaten Sanggau," jelasnya.

Ia berharap dengan adanya komitmen bersama dengan Model Pentahelix (Pemerintah, Masyarakat, Akademisi, Pelaku Usaha dan Media) terutama Media dalam berperan mendukung publikasi dalam promosi dan membuat Brand image untuk mendukung percepatan pencapaian tujuan Pembangunan Desa, sehingga dapat memajukan dan memandirikan masyarakat menjadi sejahtera, menuju Sanggau maju dan terdepan sesuai Visi Pemerintah Kabupaten Sanggau.

Suasana kegiatan FGD) penelitian dengan judul
Suasana kegiatan FGD penelitian dengan judul "Rekayasa model desa berbasis kerjasama pentahelix dalam mendukung terwujudnya desa mandiri" di Aula Kantor Bapeda Sanggau, Kalbar, Kamis 8 September 2022. (TRIBUNPONTIANAK/Hendri Chornelius)

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat, Dr Herkulana Mekarriyani mengatakan bahwa tujuan dari FGD ini adalah untuk melakukan penyempurnaan dari hasil survei awal, dari FGD ini didapatkan data dan informasi yang lengkap.

"Baik dari perangkat daerah, dari desa, perusahaan, media dan dari perguruan tinggi. Sehingga nanti kita akan kumpulkan dan kita akan membuat model-model daripada pengembangan desa mandiri ini,"katanya.

Desa mandiri ini lanjutnya, bukan desa yang sudah memenuhi kemandirian kebutuhan dasar yang merupakan indikator dari indeks membangun desa, namun desa mandiri yang sudah mampu membiayai pembangunan desanya sendiri, kemudian sudah memiliki PAD yang dikelola dengan baik.

"Sehingga nanti kedepannya masyarakat di desa itu menjadi masyarakat yang sejahtera,"jelasnya.

Oleh karena itu, diperlukan pola kemitraan multi pihak, salah satunya adalah kerjasama pentahelix.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved