Sudah Disiapkan Bus Sekolah, Pelajar yang Bawa Motor Sendiri di Pontianak Akan Dirazia
Dalam pelayanan, memang diakuinya, sempat di stop sementara saat pembelajaran tatap muka ditiadakan sementara karena masa pandemi covid-19.
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam mengatasi pelajar membawa kendaraan sendiri, Pemerintah Kota Pontianak memastikan, bahwa bus sekolah untuk para pelajar di Kota Pontianak Kalimantan Barat sudah ada.
Sebagaimana hal tersebut, disampaikan oleh Utin Srilena Candramidi selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak.
"Dari tahun 2017 bantuan bus rapid transit dari Kemenhub sudah dioperasionakan dengan unit dan pelayanan bagi pelajar dan masyarakat umum. Alhamdulillah aman dan ini cara Pemkot Pontianak dalam mengatasi pelajar yang suka bawa motor sendiri, padahal belum ada SIM C," kata Utin, Rabu 31 Agustus 2022.
Sedikitnya, Kadishub sebutkan ada 10 bus sekolah untuk di Kota Pontianak Kalimantan Barat.
Dalam pelayanan, memang diakuinya, sempat di stop sementara saat pembelajaran tatap muka ditiadakan sementara karena masa pandemi covid-19.
Kemudian setelah pandemi melandai, Bus sekolah kembali beroperasi di Kota Pontianak hingga saat ini.
• Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan Minta Program JKN-KIS Lebih Dimaksimalkan
"Bus sekolah ada 10 di kota Pontianak dan sekarang beroperasional lagi. Setelah sebelumnya sempat di stop karena pembelajaran secara online akibat pandemi covid-19," paparnya.
Untuk itu, Kadishub meminta agar para pelajar bisa memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.
Hal itu juga sebagai bentuk antisipasi terjadinya kecelakaan bagi pelajar. Sebagaimana yang telah terjadi di Kabupaten Landak menjadi pembelajaran penting bagi daerah-daerah lainnya.
"Karena sarana transportasi pelajar sudah disiapkan oleh Pemkot Pontianak, maka dipersilahkan untuk digunakan agar pelajar tidak lagi menggunakan motor yang belum bisa dipergunakan kareba masih belum bisa memiliki SIM C sebagai persyaratan diperbolehkan membawa motor sendiri," ungkapnya.
Apabila ditemukan pelajar SD-SMP yang menggunakan kendaraan sendiri. Maka pihaknya pun tak segan untuk merazia.
"Karena juga akan dilakukan razia di sekolah-sekolah untuk melihat secara langsung apakah masih ada yang membawa motor atau tidak. Kita bersama Satlantas akan cek di sekolah-sekolah untuk memberilan rasa aman dan selamat bagi pelajar," jelasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News