Zulfydar Zaidar Mochtar Berikan Respon Terhadap Penerapan Kurikulum Merdeka di Pontianak

Pasalnya, kurikulum Merdeka ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak atau peserta didik sejak dini dengan berfokus pada materi esensial,

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUN PONTIANAK/ MASKARTINI
Zulfydar Zaidar Mochtar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar merespon terhadap rencana
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang akan melaksanakan Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah.

Pasalnya, kurikulum Merdeka ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak atau peserta didik sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Menurut Zulfydar, penerapan kurikulum Merdeka ini memang sudah seharusnya diterapkan.

Rumah Sakit Umum Medika Djaya Pontianak Soft Opening Hari Ini

"Kurikulum Merdeka ini kan sistem pembelajaran intrakurikuler yang beragam tentunya dengan penerapan kurikulum Merdeka ini pembelajaran akan lebih optimal sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan penguatan kompetensi. Sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) dalam pengembangan Kurikulum Merdeka," ungkapnya, Rabu 27 Juli 2022.

Terlebih kata dia, Kota Pontianak yang merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat, tentu harus memulai terobosan ini yang tentunya nanti akan menjadi rool model bagi yang lainnya.

Untuk itu, dirinya juga meminta kepada para kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri untuk penerapan kurikulum tersebut.

"Harus membuat inovasi. Bagaimana sekolah itu bisa menjadi nyaman bagi peserta didik sehingga mereka memiliki kesemangatan dalam belajar," ucapnya.

Ia berharap agar kurikulum Merdeka itu bisa segera dilaksanakan di Kota Pontianak.

"Kita harapkan dengan adanya kurikulum Merdeka ini proses belajar mengajar di sekolah -sekolah di Kota Pontianak bisa lebih maksimal. Sehingga minat dan bakat peserta didik bisa terkoordinir. Dengan demikian bisa meningkatkan SDM berkualitas," jelasnya. (*)

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved