Strategi Pemasaran Bisnis Properti
Rumah memiliki aspek yang unik, permintaannya mempunyai dua sisi yang didasarkan dua motif yaitu motif konsumsi dan motif investasi
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
Ocsa menerangkan, strategi pemasaran yang dilakukan The Peak at Sudirman antara lain, segmentasi pasar yang dituju adalah kalangan menengah atas, yaitu para profesional dan pengusaha yang membutuhkan hunian yang mewah dan nyaman, serta tempat investasi yang menarik dan prospektif.
Selain itu, brand, APG mempunyai track record yang sangat baik yaitu penyelesaian proyek yang on time dan desain yang selalu mengikuti selera pasar.
Promosi dan Penjualan dipegang secara khusus oleh PT. Prakarsa Nusa Cemerlang.
Promosi dilakukan melalui iklan baik melalui media elektronik maupun media cetak.
"Promosi yang ditawarkan melalui siaran TV dapat memperlihatkan kondisi visual produk secara detail dan menarik, hal ini secara langsung maupun tidak langsung mampu memperkuat image APG sebagai perusahan properti yang handal," terangnya.
Ocsa menilai, strategi penjualan yang dapat meningkatkan nilai penjualan, yaitu melalui sistem pembayaran tunai, yang dapat dicicil maksimal 6 bulan.
Hal ini dirasa menguntungkan konsumen untuk mengatur keuangannya. Ini juga merupakan keuntungan bagi pengembang, dimana jika banyak konsumen yang membeli secara tunai maka semua biaya yang dikeluarkan dapat segera tertutup dan secara otomatis BEP cepat tercapai.
Ada juga sistem pembayaran kredit, pembayaran ini ditujukan untuk calon konsumen yang tidak mempunyai alokasi dana yang cukup untuk melakukan pembelian secara tunai. Jangka waktu dan ketentuan tentang pembayaran secara kredit disesuaikan dengan yang ditawarkan oleh bank yang memberi kredit yaitu Bank Lippo, Bank Panin dan Bank BCA.
Kerja keras APG dalam mengembangkan "The Peak at Sudirman" ini membuahkan hasil yaitu mampu mendongkrak pasar dengan nilai penjualan yang tinggi dan menjadi apartment tertinggi di Indonesia dan di dunia pada tahun 2006.
The Peak at Sudirman juga termasuk ke dalam 50 of The World's Best Apartments berdasarkan penilaian Images Publishing Australia, dimana The Peak dinilai telah memenuhi kriteria hunian setara dengan apartemen terbaik di Los Angeles, New york, London, Sydney, Hongkong, Shanghai, Singapura, Melbourne dan kota besar lainnya di dunia.
Prestasi yang telah disandang APG sebagai perusahaan properti terbesar di Indonesia tidak terlepas dari berbagai usaha dan perjuangan yang telah dilakukan selama lebih dari 3 dekade ini.
Menciptakan suatu "brand'" dan "image" dari APG merupakan sebuah proses yang sangat Panjang dan diperlukan suatu manajemen yang baik untuk mampu bersaing dan memberikan yang terbaik bagi konsumen.
Ocsa pun menjelaskan, beberapa strategi manajemen yang dilakukan APG dalam membentuk sebuah "brand" dan "image" sehingga dapat diterima pasar yang pertama yakni penyelesaian proyek tepat waktu, setiap direksi bertanggung jawab day to day terhadap pembangunan proyek (hal inilah yang sangat diperhatikan oleh APG, agar memberikan "image" yang baik).
Kedua, memberikan kualitas yang terbaik bagi konsumen seta memberikan pelayanan yang memuaskan.
Ketiga, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuni melalui penyediaan fasilitas yang lengkap dan memiliki "keunikan" tersendiri dibanding dengan pengembang lain.
Keempat, rancangan desain proyek selalu mengikuti perkembangan pasar/up to date.
Selain menciptakan "brand" dan "image", lanjut Ocsa, ada beberapa strategi manajemen yang dilakukan APG untuk tetap bertahan dan mampu bersaing dengan kompetitor, antara lain, membangun proyek di atas lahan milk sendiri.
Di dalam strategi ini APG akan menggandeng mitra strategis untuk menanamkan saham dengan besar tidak melebihi 40 persen.
Selain itu, membangun proyek diatas lahan milik mitranya. Dalam strategi ini nilai investasi yang ditanamkan APG selalu lebih besar dari mitranya sehingga mayoritas saham tetap dimiliki oleh APG.
Ada juga, sistem kebijakan perijinan, perencanaan, perancangan, pendanaan, pemasaran dan penjualan dipegang langsung oleh sebuah tim khusus di kantor pusat. Perkembangan pasar selalu diperhatikan melalui suatu tim khusus.
Kemudian, semua karyawan APG khususnya karyawan teknik harus siap ditempatkan disemua proyek APG dimana saja. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengembangan diri karyawan dan diharapkan akan merangsang daya kreativitas untuk melakukan inovasi.
Menjalankan bisnis properti memang sangat membutuhkan kemampuan khusus agar dapat terus berkembang dan tidak berhenti di tengah jalan.
"Dapat disimpulkan bahwa Segmentasi Pasar, Market Positioning, Targeting, Marketing Mix Strategy, dan Timing Strategi memiliki efek yang cukup penting dalam strategi pemasaran," tegasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ocsa-Rianty060622.jpg)