Strategi Pemasaran Bisnis Properti
Rumah memiliki aspek yang unik, permintaannya mempunyai dua sisi yang didasarkan dua motif yaitu motif konsumsi dan motif investasi
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
Bauran pemasaran adalah alat strategis yang digunakan pemasar dalam rangka untuk membuat respon yang diinginkan dari konsumen yang telah ditentukan (Solomon et al, 2008).
Bauran pemasaran atau marketing mixyang dikenal sebagai 4P (McCarthy, 1960) terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi.
Perusahaan mengupayakan untuk menentukan bauran pemasaran yang paling efisien agar strategi pemasarannya sukses. 4P pemasaran merupakan elemen penting dari strategi pemasaran.
Manajer pemasaran harus menyusun suatu strategi pemasaran dalam bentuk bauran pemasaran (pemasaran mix) yang memungkinkan perusahaan untuk memuaskan kebutuhan dari pasar sasarannya dan mencapai sasaran pemasarannya.
Yang kelima, timing strategy adalah sistim penentuan saat yang tepat dalam memasarkan produk merupakan hal yang perlu diperhatikan.
Sebagai contoh, lanjut Ocsa, yaitu Strategi Marketing The Peak at Sudirman,
The Peak at Sudirman merupakan suatu karya dari APG yang sangat fenomenal dan menjadi nilai tambah lagi bagi APG di dalam dunia properti.
Karya ini mampu mendobrak pasar dan mematahkan tori supply dan demand, walupun harga yang ditawarkan cukup tinggi namun produk yang dihasilkan mampu menembus pasar dan sangat diterima oleh konsumen.
Hal ini terbukti dengan data penjualan dimana produk telah terjual 80 persen sebelum pembangunan selesai. Selain itu The Peak at Sudirman dinobatkan sebagai apartment tertinggi di Indonesia dan di dunia pada tahun 2006.
"Dalam mewujudkan The Peak at Sudirman tentu saja bukan merupakan hal yang mudah, terdapat berbagai strategi manajemen yang dilakukan oleh APG baik untuk produksi, pembiayaan, pemasaran, maupun penjualan," jelas Ocsa.
Strategi produksi yang dilakukan "The Peak at Sudirman" yaitu menawarkan kenyamanan dan menciptakan hunian eksklusif.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, The Peak apartment menggunakan konsultan desain dan konsultan spesialis dalam penggarapannya.
Konsultan desain dan konsultan spesialais yang digunakan merupakan konsultan internasional dan lokal yang telah punya nama karena keprofesional dan kehandalannya.
Strategi Pembiayaan yang dilakukan dalam proyek "The Peak at Sudirman" adalah 75 persen dana untuk pembiayaan provek berasal dari pihak konsumen (customer payment schedule) dan 25 persen berasal dari pinjaman dana bank.
"Khusus untuk sumber pendanaan proyek yang berasal dari pinjaman bank, APG lebih memilih program pembiayaan kredit konstruksi yang dikhususkan pada pinjaman jangka panjang (long term payment) karena diprediksi memiliki pola break even point (BEP) dalam jangka panjang," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ocsa-Rianty060622.jpg)