HMI Pontianak Tunggu Jawaban Dewan Terkait Aksi 11 April 2022

"Tuntutan kita ada beberapa poin, yang pertama kaitan dengan kenaikan harga minyak goreng serta bahan pokok. Kedua berkaitan dengan kenaikan pertamax

TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Aksi Demonstrasi 11 April 2022 di kantor DPRD Provinsi Kalbar, senin 11 April 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua HMI Kota Pontianak, Gus Hefni Maulana mengatakan HMI masih menunggu jawaban dewan terkait tuntutan HMI Pontianak saat aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kalbar, Senin 11 April 2022.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan Barat dan beberapa himpunan lainnya melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kalbar, Senin April 2022.

Hefni dalam aksinya menyampaikan beberapa permasalahan yang melatarbelakangi aksi demo di gedung DPRD Kalbar. Permasalahan lain diantaranya kenaikan harga BBM jenis Pertamax, rencana kenaikan harga BBM jenis pertalite, dan juga rencana kenaikan LPG 3 Kg.

"Tuntutan kita ada beberapa poin, yang pertama kaitan dengan kenaikan harga minyak goreng serta bahan pokok. Kedua berkaitan dengan kenaikan pertamax serta wacana kenaikan pertalite dan LPG 3 Kg. Kami masih menunggu jawaban hingga pekan depan," ujarnya kepada TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, Rabu 13 April 2022.

Mahasiswa Demo di Kantor DPRD Singkawang, Ini Tuntutan Mereka

Aksi demo tersebut juga dilakukan sebagai upaya protes wacana penundaan Pemilu presiden serta rencana jabatan presiden tiga periode. "Selain itu tentang penundaan pemilu yang mana presiden kemarin menggelar rapat terbatas. Artinya presiden panik kemarin, hasil itu belum disampaikan kepada masyarakat," ujarnya.

MPR kata Hefni juga belum menyatakan sikap terkait penundaan Pemilu, ia menyampaikan kemungkinan masih akan tertunda dan perpanjangan masa jabatan akan merugikan keuangan negara.

"Terkait jabatan presiden 3 periode meskipun baru wacana tetapi tetap kami kawal sehingga ini tidak lagi menjadi di konsumsi pabrik dari seluruh masyarakat," ungkapnya.

Pasca melakukan aksi unjuk rasa, HMI yang membacakan tuntutan didepan dewan, memberikan tenggat waktu kepada wakil rakyat hingga Senin depan.

"Diharapkan minimal ada balasan. Setelah ini, minimal DPR sudah melaksanakan rapat terkait tuntutan, karena selain kita akan ada ada massa yang lain dan Rabu juga ada. Minimal tuntutan itu diterima dan mereka bekerja," ujarnya.

Jika tidak ada balasan, maka HMI kata Hefni akan turun ke jalan dengan massa yang lebih besar.

"11 April ini sebenarnya hanya pengingat bahwa akan ada 11 Mei, 11 Juni, 11 Juli dengan massa yang lebih besar. Saya pastikan akan ada massa yang lebih besar apabila tuntutan tidak dijawab dengan tenang oleh pemangku kebijakan saat ini," ujarnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved