Diduga Korupsi 6,1 Milyar, Custumer Servis Bank BUMN di Ketapang Jadi Tersangka

Saat ini tersangka akan langsung ditahan di Rutan Kelas 2 A Pontianak dalam 20 hari kedepan guna memudahkan proses penyelidikan.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Konfrensi Pers Penahanan tersangka dugaan korupsi di salah satu Bank BUMN di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, tersangka yang ditahan berinsial AF yang merupakan Customer Servis di Bank tersebut, diduga tersangka melakukan tindak pidana korupsi hingga membuat negara merugi 6,1 Milyar, selasa 8 Januari 2022. Tribun Pontianak Destriadi Yunas Jumasani. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Diduga melakukan tindak pidana korupsi yang membuat negara merugi hingga 6,1 Milyar rupiah, AF pegawai Bank BUMN di Kabupaten Ketapang dirigkus Kejasaan Tinggi Kalimantan Barat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Dr. Masyhudi dalam konfrensi pers di kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar menyampaikan bahwa tersangka AF diduga melakukan korupsi Dana Pendapatan Bunga dan Pinalty dari Bank tersebut.

Masyhudi mengungkapkan, Kasus ini terungkap berdasarkan informasi Asisten Manajer Pemasaran Mikro (AMPM), dimana pada laporan tanggal 31 Januari 2022, Bank tersebut mengalami kerugian.

"padahal dalam asumsi Bank tersebut seharusnya dalam keadaan laba dan terdapat anomali saldo abnormal di rekening Pendapat Bunga Kredit NP Kupedes-Ph3 AC dan Pendapatan Denda /Pinalty Non Program," kata Dr. Masyhudi.

''dari hasil pemeriksaan, akibat perbuatan tersangka AF yang merupakan Customer Servis di Bank tersebut mengakibatkan kerugian Keuangan Negara sekitar Rp. 6.128.096.537,- (Enam Milyar Seratus Duapuluh Delapan Juta Sembilanpuluh Enam Ribu Lima Ratus Tigapuluh Tujuh Rupiah),''ungkapnya.

Hidayati Sebut Harus Tingkatkan Berikut Ini, Agar Pontianak Menjadi Kota Layak Anak

Saat ini tersangka akan langsung ditahan di Rutan Kelas 2 A Pontianak dalam 20 hari kedepan guna memudahkan proses penyelidikan.

Masyhudi menyampaikan, terkait aliran dana 6,1 milyar itu pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, selain itu dikatakannya masih terdapat kemungkinan tersangka lainnya dari kasus ini, karena hingga kini pihaknya masih melakukan pengembangan.

"Penyidikan ini masih akan terus berlangsung untuk mengungkapkan, apakah ada orang lain yang bekerjasama dengan tersangka dimaksud, dan Kejaksaan akan terus tegas dalam penegakan hukum terutama korupsi agar perekonomian Indonesia menjadi lebih baik, terutama Lembaga pengelola keuangan diisi oleh orang-orang, SDM maupun para Bankir yang berintegritas, pantas dan layak untuk ditempatkan disana,''jelasnya.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved