Resmikan Gedung Universitas Widya Dharma Pontianak, Uskup Agustinus Ingatkan Nilai Kemanusiaan
Uskup Agustinus berharap dan mendoakan agar Universitas Widya Dharma semakin diberkati dan semakin maju
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
Miliki 15.300 Lulusan
Saat ini Yayasan Widya Dharma Pontianak telah memiliki seorang dosen berjabatan fungsional profesor dan tujuh dosen bergelar doktor. Di akhir tahun 2020 akan tambah lima dosen bergelar doktor.
Tahun depan akan lulus lima dosen lagi yang bergelar doktor. Sementara dosen bergelar S2 dari berbagai ilmu berjumlah 107 dosen. Jumlah wisudawan sejak 1990 hingga sekarang berjumlah 15.300 lulusan.
Dalam perkembangan waktu dengan perjuangan dan keringat tahap selanjutnya yang menambah nilai dari UWDP saat ini yakni pada poin tonggak keempat.
Tonggak keempat ini adalah tentang pendirian Universitas Widya Dharma Pontianak. Wacana menyatukan STIE, STMIK, ABA, dan ASM Widya Dharma menjadi Universitas Widya Dharma Pontianak bermula dari paparan kebijakan dari Dirjen Kelembagaan dan Kerjasama Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan pendidikan tinggi pada Maret 2017 dalam Forum Rapat Anggota APTIK di Unika Atma Jaya Makassar.
Dalam merespons hal itu Yayasan Widya Dharma Pontianak kemudian membentuk panitia untuk mengkaji kemungkinan penyatuan keempat institusi perguruan tinggi Widya Dharma.
Setelah melewati berbagai proses akhirnya SK pendirian Universitas Widya Dharma Pontianak terbit pada akhir tahun 2019. Dengan status baru itu perguruan tinggi Widya Dharma Pontianak akan memasuki tahap baru yang lebih menantang.
Cita-cita dan Tanggungjawab
Menutup sambutannya Polycarpus Widjaja Tandra menyampaikan bahwa penyelenggaraan perguruan tinggi yang baik merupakan cita-cita dan tanggung jawab bersama masyarakat.
Untuk itu baginya dibutuhkan perpaduan dan kerjasama antara penyelenggara pendidikan dan orang tua mahasiswa dalam mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu.
Sebagai pengelola Yayasan Widya Dharma Pontianak, mereka (Yayasan Widya Dharma Pontianak) menetapkan langkah-langkah strategis untuk terus membenahi diri, beradaptasi dengan perubahan, kemajuan, dan tuntutan zaman dalam proses penyelenggaraan pendidikan.
Peresmian gedung ini mengambil nama dari Santo Fransiskus Asisi yang merupakan Bapa pendiri ordo Kapusin yang dikenal dengan saudara dina alias mendikan. Sesuai dengan Spritualitas Santo Fransiskus Assisi yang memperhatikan orang kecil dan orang yang terbelakang maka UWDP berharap dapat mengemban semangat yang sama dalam bidang pendidikan. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/univ-wd.jpg)