Resmikan Gedung Universitas Widya Dharma Pontianak, Uskup Agustinus Ingatkan Nilai Kemanusiaan

Uskup Agustinus berharap dan mendoakan agar Universitas Widya Dharma semakin diberkati dan semakin maju

Tayang:
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST/Komisi Komsos Keuskupan Agung Pontianak
POTONG PITA - Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, Gubernur Kalbar Sutarmidji, disaksikan sejumlah tokoh potong pita saat peresmian Universitas Widya Dharma Pontianak, Sabtu, 26 Februari 2022. 

Semua orang dari berbagai suku, kondisi ekonomi, dan latar belakang apa pun, berdasarkan martabatnya selaku pribadi, harus mendapat hak yang sama dan tidak dapat diganggu gugat dalam mendapatkan pendidikan.

Seusai Pekan Pastoral II tersebut Mgr Hieronymus Bumbun melalui Vikjen Pastor Petrus Rostandy OFMCap (almarhum) bersama sejumlah tokoh umat yang berkecimpung dalam politik, pemerintahan, dan pendidikan mengadakan pertemuan untuk menjajaki kemungkinan mendirikan perguruan tinggi Katolik di Pontianak.

“Karena para peserta pertemuan menyadari bahwa kehadiran sebuah perguruan tinggi Katolik dapat membantu pemerintah dalam mengatasi ledakan lulusan SMA yang akan melanjutkan pendidikan dan kelak menjadi kader pembangunan dalam masyarakat,” kata Policarpus Widjaja Tandra.

Kemudian sebagai realisasi dari pemikiran tersebut maka pada 12 November 1983, Fasifikus Petrus Djuman kemudian Polycarpus Widjaja Tandra (sekarang ketua Yayasan UWDP) dan Piet Andjioe Nyangun, mewakili para peserta pertemuan menghadap Notaris Tommy Tjoa Kheng Liet SH untuk mendirikan yayasan yang diberi nama Yayasan Widya Dharma dengan Akte Pendirian bernomor 111 tertanggal 12 November 1983.

Setelah mendapatkan Izin Operasional dari Kopertis Wilayah II di Palembang dan melakukan persiapan semestinya, perkuliahan pertama dimulai pada 1 September 1986.

Mengingat Yayasan Widya Dharma belum memiliki gedung sendiri, maka untuk menyelenggarakan perkuliahan, Yayasan Widya Dharma meminjam dan menyewa ruangan SMA Soegijopranoto dan SMP Susteran SFIC untuk melansungkan kuliah mahasiswa kala itu.

Tonggak Penting
Sejalan dengan perjalanan waktu kala itu kemudian berdirilah dua akademi pertama adalah Akademi Sekretaris dan Manajemen kemudian jurusan Akademi Ilmu Administrasi. Inilah tonggak pertama sejarah Perguruan Tinggi Widya Dharma.

Tonggak penting kedua dapat dikaitkan dengan momentum penyerahan Yayasan Widya Dharma kepada Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat.

Pada tahun 1987, setelah melewati Rapat Pleno Dewan Pengurus, atas nama Yayasan Widya Dharma Petrus Djuman selaku Ketua dan Polycarpus Widjaja Tandra yang kala itu selaku Sekretaris melalui surat resmi Dewan Pengurus Yayasan Widya Dharma Pontianak tertanggal 07 Desember 1987, menyampaikan pernyataan bahwa berdasarkan mandat rapat yayasan telah diputuskan untuk menyerahkan hak pengelolaan dan pemilikan semua aset Yayasan Widya Dharma kepada Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat.

Dengan penyerahan itu maka segala hak, kekayaan, dan utang piutang (aktiva dan pasiva) Yayasan Widya Dharma Pontianak terhitung tanggal 27 Desember 1987 beralih dari pengurus lama kepada Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat.

RESMIKAN - Gubernur Kalbar Sutarmidji disaksikan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus menandatangi peresmian Universitas Widya Dharma Sabtu, 26 Februari 2022.
RESMIKAN - Gubernur Kalbar Sutarmidji disaksikan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus dan sejumlah tokoh dan undangan menandatangi peresmian Universitas Widya Dharma Sabtu, 26 Februari 2022. (IST/Komisi Komsos Keuskupan Agung Pontianak)

Perkembangan Pesat
Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat pada 02 Februari 1986 melakukan perombakan susunan pengurus dengan Pastor Secundus van Donzel OFMCap sebagai Ketua, kemudian Polycarpus Widjaja Tandra sebagai Wakil Ketua, ditambah dengan anggota lainnya seperti Sr Jean Marie SFIC sebagai Sekretaris dan Pastor Petrus Rostandy OFMCap sebagai Bendahara.

Berhubung Pastor Secundus dimutasikan menjadi pembina di Seminari Tinggi di Sumatera Utara pada akhir 1988, maka Polycarpus Widjaja Tandra dipilih menjadi Ketua Yayasan yang adalah seorang awam dan salah satu pendiri yayasan yang masih dipertahankan oleh Dewan Pembina untuk menjadi Ketua Yayasan hingga sekarang.

Sejalan dengan perkembangan pendidikan untuk tahap ini dapat dikatakan bahwa tonggak ketiga adalah perkembangan pesat yang ditunjukkan dengan pembangunan gedung-gedung milik yayasan dan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIK) dan Akademi Bahasa Asing (ABA).

Tahap itu terjadi sekitar tahun 2000 dan beberapa tahun berikutnya. Untuk itu setelah kurang lebih 15 tahun berdiri, Perguruan Tinggi Widya Dharma telah melebarkan sayapnya, fasilitas modern pembelajaran telah tersedia, berbagai prodi baru pun didirikan.

Selain pembangunan gedung-gedung kampus, yayasan juga tidak lupa membangun sumberdaya manusianya. Kualitas dan kompetensi dosen terus ditingkatkan melalui pemberian beasiswa untuk studi lanjut ke jenjang S2 dan S3.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved