Omicron Terdeteksi di Pontianak, Wako Kerahkan Tim Cegah Kerumunan & Tempat Usaha Tutup Pukul 21.00

Saat pulang dari Jakarta, HAE mempunyai keluhan pilek dan melakukan pemeriksaan secara mandiri di Lab Sakura.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Wakil Satgas Provinsi Kalbar, Harisson saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu 2 Februari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengumumkan telah ditemukannya kasus Covid-19 varian Omicron di Kalbar. Harisson menjelaskan, berdasarkan laporan lisan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes, telah ditemukan kasus positif Omicron di Kalbar.

Temuan kasus tersebut dari sampel berinisial RHL yang dikirim ke Jakarta, pada 24 Januari 2022 lalu. RHL (31), seorang laki-laki yang beralamatkan di Kota Pontianak, dan status tidak bekerja.

Berdasarkan hasil PCR dinyatakan positif dengan CT 17.18 yang diperiksa di Labkesda Provinsi Kalbar. Namun, RHL sudah berstatus lengkap divaksin. “Jadi keluhannya adalah pilek, dan tidak ditemukan komorbid,” ujar Harisson, Selasa 15 Februari 2022.

RHL sendiri mempunyai riwayat kontak erat kasus konfirmasi dengan inisial HAE. HAE merupakan orangtua RHL yang baru pulang dari Jakarta, pada 13 Januari 2022. Harisson mengatakan, jika RHL dinyatakan kasus positif omicron, dan memiliki kontak erat dengan HAE, RHL pasti tertular virus yang sama dari kontak erat tersebut.

“Saat pulang dari Jakarta, HAE mempunyai keluhan pilek dan melakukan pemeriksaan secara mandiri di Lab Sakura. Lalu Hasil Lab Sakura Positif yang keluar pada 18 Januari 2022,” ujarnya.

Penanganan Omicron di Kalbar. Kasatpol PP Kalbar sebut Akan Tetap Ikuti Aturan dan Arahan Pusat

“Jadi sudah dapat diambil kesimpulan berdasarkan pemeriksaan Lab Whole Genom Sequncing (WGS) bahwa tingginya kasus di Kalbar dikarenakan transmisi lokal varian omicron,” jelasnya.

Harisson menegaskan dengan telah ditemukannya kasus omicron di Kalbar bahwa masuknya omicron ke Kalbar dari pelaku perjalanan dari Jakarta yang memang saat ini Jakarta sedang tinggi-tingginya kasus omicron.

Riwayat Kontak

Ketua Tim Laboratorium Jejaring Surveilance Genom SARS CoV2 Nasional RS Untan, dr Andriani, membenarkan bahwa saat ini sudah tercatat dua kasus varian Omicron di Kalbar. “Jadi memang benar pada saat ini sudah tercatat dua kasus SARS CoV2 varian omicron di Kalbar,” ujarnya.

Adapun untuk kasus pertama merupakan imported yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri dari Malaysia. Sedangkan kasus yang kedua ini adalah kasus transmisi lokal, yang memiliki riwayat kontak dengan kasus positif perjalanan dari luar Kalbar yaitu Jakarta.

Dikatakannya dengan ditemukannya kasus kedua ini, sebagai bukti bahwa secara ilmiah menjadi bukti bahwa sudah terjadi transmisi lokal varian omicron di Kalbar.

“Saat ini kami terus mengirim sampel-sampel yang kami sudah curigai dan berpotensi untuk terdeteksinya SARS CoV2 varian omicron termasuk untuk membuktikan apakah ada varian-varian baru dengan pemeriksaan WGS di Bakitbangkes, Jakarta,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa terhadap lonjakan kasus yang saat ini terjadi di Kalbar yang menyebabkan PPKM level III untuk saat ini, bisa saja disebabkan oleh adanya varian omicron di Kalbar.

“Namun kita harus ingat bahwa hasil WGS yang kita lakukan juga masih ditemukan varian delta di Kalbar. Artinya saat ini di Kalbar sedang terjadi sirkulasi dua varian yang penularannya sangat tinggi yaitu varian delta dan omicron,” jelasnya.

Akan tetapi, ia mengatakan bahwa untuk varian omicron memang saat ini sudah mulai menggeser keberadaan dari virus varian delta. Ia mengatakan akan terjadi peningkatan kasus yang lumayan banyak dan perkiraannya pada bulan Februari dan Maret adalah masa terjadinya peningkatan kasus yang sangat tinggi.

Bupati Muda Keluarkan Surat Edaran Penerapan Prokes Cegah Omicron

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved