Omicron Terdeteksi di Pontianak, Wako Kerahkan Tim Cegah Kerumunan & Tempat Usaha Tutup Pukul 21.00

Saat pulang dari Jakarta, HAE mempunyai keluhan pilek dan melakukan pemeriksaan secara mandiri di Lab Sakura.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Wakil Satgas Provinsi Kalbar, Harisson saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu 2 Februari 2022. 

“Maka untuk menyikapi adanya lonjakan kasus ini. Terhadap semua jenis virus yang sudah ada sampai saat ini, imbauannya tetap sama. Dimana pemerintah wajib melakukan 3T, masyarakat tetap prokes. Saya kira sudah sering disampaikan terkait 5M, terus jangan lupa untuk vaksinasi,” imbaunya.

Dikatakannya saat ini pemerintah sudah memfasikitasi vaksinasi dosis ketiga untuk masyarakat umum. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Hal tersebut sebagai antisipasi sebelum terjadinya gelombang atau mencegah terjadinya penularan akibat tingginya kasus pada gelombang ketiga ini.

Sejauh ini total sampel yang sudah dikirim oleh Lanoratorium Untan untuk WGS di Jakarta sekitar 600 lebih. Namun yang sudah mempunyai hasil sekitar 333 sampel dengan sebaran 301 itu merupakan varian delta, kemudian 2 varian omicron. Sisanya adalah varian lain yang tidak terkategori yang varian of concren maupun varian of interst.

Batasi Tempat Usaha

Kasus Covid-19 di Kota Pontianak kian melonjak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi terlihat dari penunjukkan tren yang meningkat dari jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebagai catatan, terhitung sejak 1 Januari 2022 hingga hari ini, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pontianak berjumlah 919 orang. Sementara jumlah yang sembuh sekitar 200 orang. Sisanya ada yang dirawat di rumah sakit dan sebagian besar isolasi mandiri. Sedangkan yang meninggal dunia tercatat dua orang.

"Dari jumlah kasus terkonfirmasi positif, memang banyak yang belum divaksin. Oleh sebab itu kita mengimbau masyarakat untuk segera divaksin," ungkapnya.

Menyikapi mulai meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Pontianak akhir-akhir ini, Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak pun kembali menggencarkan monitoring dan pengawasan terhadap tempat-tempat keramaian seperti warung kopi dan kafe serta taman-taman dan lainnya.

Saat memimpin apel siaga Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak di halaman depan Kantor Wali Kota Pontianak, pada Senin malam 14 Februari 2022, Wako Edi yang juga selaku Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak menerangkan, pihaknya menerjunkan petugas yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Pontianak untuk melakukan sosialisasi dan memastikan penerapan protokol kesehatan di lapangan.

"Malam ini kita terjunkan petugas dari Tim Satgas Covid-19 untuk memonitor titik-titik kerumunan seperti warung kopi dan kafe serta taman-taman yang tersebar di Kota Pontianak," ungkapnya.

Kepada para pelaku usaha, Wako Edi meminta agar memperhatikan jam operasional tempat usaha sesuai dengan status PPKM Level 2 di Kota Pontianak yaitu dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WIB saja.

Sedangkan, untuk waktu operasional taman-taman hanya diperkenankan sampai pukul 20.00 WIB. Kemudian, untuk kapasitas pengunjung warkop dan kafe yang sebelumnya full hingga 100 persen, saat ini kembali dibatasi yaitu menjadi 50 persen dari kapasitas ruangan.

"Tujuannya agar pada tempat-tempat tersebut tidak menimbulkan kerumunan yang pada akhirnya berpotensi penularan Covid-19. Kita akan terus melakukan upaya-upaya monitoring, terlebih pada malam-malam libur dan akhir pekan," jelasnya.

Wako Edi mengingatkan kepada masyarakat agar mematuhi dan memperketat penerapan protokol kesehatan. "Kita imbau kepada warga untuk menghindari kerumunan-kerumunan supaya terhindar dari penularan virus corona yang mulai melonjak kembali. Upaya ini untuk menekan jumlah kasus Covid-19 agar tidak semakin meluas," pungkasnya.

Stok Obat Aman

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved