Sidiq Handanu Sebut Varian Omicron Bisa Perberat Penyakit Kronis yang Diderita Pasien COVID-19

Ia menambahkan, dampak dari varian Omicron memang rendah fatalitasnya, namun untuk beberapa kondisi, khususnya lansia maupun kormobid, Omicron bisa me

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Luthfi
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sidig Handanu, di Kegiatan Vaksinisasi Serentak Lansia dan Masyarakat umum dosis 1, 2, 3 dan Boster Kota Pontianak, di selengarakan di Pontianak Convention Centre (PCC), Jumat, 11 Februari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sidiq Handanu, menjelaskan perbandigan dari segi penularan dan dampak, antara varian Omicron dan Delta.

“Omicron itu kecepatannya 3-4 kali lipat dibanding delta, satu minggu itu akan melonjak, itu dari segi penularannya. Kalau dari segi fatalitasnya, tingkat berat ringannya penyakit lebih rendah daripada delta,” jelasnya, Jumat, 11 Februari 2022.

Ia menambahkan, dampak dari varian Omicron memang rendah fatalitasnya, namun untuk beberapa kondisi, khususnya lansia maupun kormobid, Omicron bisa memperberat riwayat penyakit kronis yang di derita.

Jadwal Vaksinasi Pemprov Kalbar dan Buka Pelayanan Hingga Malam Hari

“Jadi tidak bersifat menyebabkan sakit atau membuat paru-paru menjadi putih, kalau Omicron itu rendah fatalitasnya. Tapi memang harus diingat bahwa kelompok lansia, maupun komorbid, apapun penyakitnya, karena dia sudah mempunyai riwayat penyakit kronis itu bisa memperberat,” ucapnya.

“Kemudian karena volume sakitnya itu bisa 3-4 kali varian delta, kita tidak bisa menganggap remeh, bagaimana nanti rumah sakitnya. Takutnya dengan persentase yang lebih rendah tetapi angka penularannya tinggi, bisa-bisa sama keterisian rumah sakit, itu yang harus kita waspadai,” katanya.

Sidig mengungkapkan ada 500 kasus yang masuk kedalam kategori aktif dengan akumulasi 10 hari.

“Jadi dari 500 kasus itu masuk kategori kasus aktif, yang diakumulasi dari 10 hari. Biasanya 10 hari itu kan dinyatakan sembuh. Tingkat perawatannya dengan angka 500 itu ada 30,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada pasien dengan penyakit lain, namun setelah dikakukan screening riwayat, terdapat Covid.

“Dan juga alasan yang masuk rumah sakit itu dengan gejala covid, ada penyakit lain, misalnya mau operasi usus buntu, ketika discreening riwayat penyakit, ternyata dia terpapar virus covid. Ini yang harus menjadi perhatian semuanya,” pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved