WHO Prediksi Setengah Populasi Eropa Akan Terinfeksi Covid-19 Omicron Kurang dari 2 Bulan Lagi !
Sementara itu, Senior Emergency Officer WHO Eropa Catherine Smallwood memperingatkan, agar tidak memperlakukan Covid-19 sebagai penyakit endemik seper
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebuah prediksi mengejutkan dirilis Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Di mana prediksi tersebut berkenaan dengan merebaknya virus Corona Covid-19 dari varian baru.
Yakni varian Omicron.
Disebutkan, dalam tempo tak berapa lama lagi lebih dari separoh populasi Eropa akan terinfeksi virus Covid-19 dari varian Omicron.
• Total 414 Kasus Omicron di Indonesia, Kadiskes Kalbar Akui Kemungkinan Omicron Masuk Kalbar
Informasi prediksi tersebut datang dari satu di antara sumber dalam WHO, Hans Kluge .
Hans Kluge yang juga menjabat sebagai Direktur WHO Eropa mengungkapkan hal tersenbut pada Selasa 11 Januari 2022.
Hans Kluge mengatakan, lebih dari setengah populasi Eropa akan terinfeksi virus corona varian Omicron dalam enam hingga delapan minggu ke depan.
• Omicron Masih Merebak, Kini Muncul Deltacron | Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona Covid-19 ?
Dirangkum dari laman Kontan.co.id, sejauh ini Eropa mencatat lebih dari tujuh juta kasus baru Covid-19 pada minggu pertama 2022.
Jumlah itu lebih dari dua kali lipat dibanding pekan sebelumnya.
“Pada tingkat ini, Institute for Health Metrics and Evaluation memperkirakan, lebih dari 50 persen populasi di wilayah tersebut akan terinfeksi Omicron dalam 6-8 minggu ke depan,” kata Hans Kluge , seperti dikutip Al Jazeera.
Sementara itu, Senior Emergency Officer WHO Eropa Catherine Smallwood memperingatkan, agar tidak memperlakukan Covid-19 sebagai penyakit endemik seperti flu.
• Rekor Dunia! 1,35 Juta Orang di Amerika Serikat Positif Covid-19 dalam Sehari | Efek Omicron ?
"Kita masih memiliki sejumlah besar ketidakpastian, dan virus yang berkembang cukup cepat, menimbulkan tantangan baru," ujarnya dalam konferensi pers, seperti dilansir Al Jazeera.
“Kita tentu belum sampai pada titik yang bisa disebut endemik,” tambah dia.
Peringatan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan, mungkin sudah waktunya untuk mengubah cara dunia melacak evolusi Covid-19.
Karena tingkat kematiannya telah turun, Sanchez berpendapat, virus corona harus dilacak sebagai cerobong asap.
Untuk itu, Covid-19 diperlakukan sebagai "penyakit endemik", bukan pandemi. (*)
Materi di artikel ini juga telah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul WHO: Setengah Populasi Eropa akan Terinfeksi Varian Omicron dalam 6 Minggu ke Depan