Breaking News:

Total 414 Kasus Omicron di Indonesia, Kadiskes Kalbar Akui Kemungkinan Omicron Masuk Kalbar

Dikatakannya jika di Jakarta kasusnya sudah ada, tentu ada kemungkinan kasus Omicron akan cepat atau lambat masuk ke Kalbar.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson saat ditemui di Ruang Kerjanya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total kasus Omicron di Indonesia sampai 8 Januari 2022 sudah mencapai 414 orang.

Seperti diketahui bahwa varian Virus Omicron masuk dalam daftar variant of concern atau varian yang menjadi perhatian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada November tahun 2021.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengatakan bahwa jika sejauh ini angka yang tercatat di Jakarta sudah mencapai 414 kasus Omicron di Indonesia, tidak menutup kemungkinkan angkanya bisa lebih dari itu.

“Kalau di Jakarta sudah segitu kasusnya, mungkin menurut saya angkanya bahkan bisa besar dari itu,”ujarnya, Selasa 11 Januari 2022.

Omicron Masih Merebak, Kini Muncul Deltacron | Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona Covid-19 ?

Dikatakannya jika di Jakarta kasusnya sudah ada, tentu ada kemungkinan kasus Omicron akan cepat atau lambat masuk ke Kalbar.

“Karena pertahanan kita lemah, dalam artian orang masuk ke Kalbar sudah cukup dengan antigen mau lewat laut, maupun udara sesuai Inmendagri dan SE Kepala Satgas Covid-19 Nasional,” ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa dengan hanya menggunakan antigen yang diketahui tidak terlalu sensitif terhadap virus corona, berbeda dengan tingkat akurasi jika menggunakan pemeriksaan PCR.

Dikatakannya aturan yang diterapkan Pemprov Kalbar terkait masuk Kalbar jalur laut maupun udara cukup antigen dengan catatan sudah divaksin lengkap sesuai Inmendagri dan SE Kepala Satgas Covid-19 Nasional.

“Virus Omicron ini cepat menyebar tiga kali lipat daripada varian virus Delta. Saya harap dengan begitu menjadi ancaman bag masyarakat di Kabar untuk secepatnya melakukan vaksinasi,” tegasnya.

Lanjutnya, dengan vaksinasi terbukti ampuh memberikan perlindungan terhadap seseorang agar tidak fatal, dan prokes harus tetap dijaga.

“Satgas kabupaten kota jug harus melakukan tracing, testing dsn treatmen. Kalau ada yang positif petugas harus melakukan tracing terhadap 14 orang kontak erat,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved