Breaking News:

Mediasi Kasus Perundungan Anak Bawah Umur di Pontianak, Berikut Penjelasan dari Polresta Pontianak

kedua belah pihak sepakat untuk berdamai, dan keempat anak dikembalikan ke orangtua masing - masing untuk dilakukan pengawasan melekat

Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Konferensi pers penyelesaian kasus perundungan di Kota Pontianak, pihak keluarga korban dan terlapor sepakat untuk berdamai setelah di mediasi di Polresta Pontianak, Jumat 7 Januari 2022. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Kasus perundungan terhadap anak dibawah umur terjadi di Kota Pontianak. Perundungan terhadap anak dibawah umur tersebut viral di media sosial.

Dalam video yang beredar terlihat seorang anak perempuan yang menggunakan kerudung hijau duduk diatas gerobak  dibully oleh sejumlah remaja putri.

Kata - kata tak pantas pun keluar dari para remaja itu yang ditujukan kepada gadis kecil yang terduduk diam di atas gerobak.

Dalam video itu, bahkan, kerudung gadis kecil itupun sempat ditarik oleh salah satu remaja putri yang ada di video tersebut.

Sama Bawah Umur, Korban dan Pelaku Kasus Perundungan di Pontianak Sepakat Damai! Ini Tanggapan KPPAD

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Indra Asrianto menyampaikan kepolisian sudah menindaklanjuti video tersebut dan sudah memintai keterangan korban maupun terlapor.

Jumlah terlapor perundungan terhadap anak tersebut berjumlah 4 orang remaja putri, yang kesemuanya merupakan anak dibawah umur, begitu pula dengan korban.

Berdasarkan hasil mediasi yang dilaksanakan di Polresta Pontianak pada 7 Januari 2022 antara pihak korban dan terlapor, yang didampingi Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah Kalimantan Barat serta LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan proses hukum kasus ini.

Hal ini disampaikan langsung Kompol Indra di Polresta Pontianak di dampingi KPPAD Kalbar, LPAI, serta orang tua korban dan terlapor,  Jumat 7 Januari 2022.

'Jadi baik dari orangtua korban dan orangtua terlapor atau pelaku, jadi siang hari ini kami melakukan mediasi, dan hasil dari mediasi ini dimana hasilnya adalah kedua belah pihak sepakat untuk berdamai, dan keempat anak dikembalikan ke orangtua masing - masing untuk dilakukan pengawasan melekat,''ujar Kompol Indra Asrianto.

Kompol Indra menjelaskan upaya mediasi antar pelapor dan korban merupakan langkah dari penanganan perkara yang melibatkan anak atau sistem peradilan baik sebagai korban maupun pelaku.

Selain hal tersebut, mediasi inipun juga didasari hasil penyelidikan dan pemeriksaan korban maupun terlapor, dimana berdasarkan fakta hukum, hasil pemeriksaan kronologi terjadinya perundungan itu dimulai pada saat korban berjalan melewati keempat terlapor sembari mengarahkan salah satu jarinya ke arah para korban dengan niatan bercanda.

Kemudian, korban sempat mondar mandir di hadapan para terlapor, dan dengan niatan bercanda, kesal dengan hal itu, terlapor menghampiri korban dengan niatan menasehati korban, namun diakui oleh Kompol Indra cara yang dilakukan oleh terlapor tidak etis.

"Dan itu diakui baik korban maupun terlapor,'' tuturnya Kompol Indra.

[Update Berita Seputar Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved