Breaking News:

Sama Bawah Umur, Korban dan Pelaku Kasus Perundungan di Pontianak Sepakat Damai! Ini Tanggapan KPPAD

Kepada korban maupun pelaku, dikatakan Tumbur pihaknya akan melakukan trauma healing agar psikologis keduanya kembali seperti semula.

Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Komisioner KPPAD Kalbar mengunjungi rumah korban perundungan di Jalan Selat Panjang, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 7 Januari 2022. Kasus perundungan sesama anak di bawah umur tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kasus Perundungan terhadap anak di Kota Pontianak yang viral beberapa hari lalu berakhir dengan damai antara korban dan terlapor.

Diketahui antara korban dan terlapor sama - sama masih berstatus anak dibawah umur.

Kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak melanjutkan kasus ini ke proses hukum lebih jauh setelah dimediasi di Polresta Pontianak bersama dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah Kalbar, dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, jumat 7 Januari 2022.

Komisioner KPPAD Kalimantan Barat, Tumbur Manalu mengapresiasi gerak cepat dari Polresta Pontianak yang menangani kasus ini.

'Bbaru kemarin kejadian, dan hari ini bisa duduk bersama antara kedua belah pihak, dan hal tersebutlah yang menjadi amanah dari undang - undang Sistem Peradilan Anak, duduk bersama untuk mencari kepentingan terbaik untuk anak,''tuturnya.

Kepada korban maupun pelaku, dikatakan Tumbur pihaknya akan melakukan trauma healing agar psikologis keduanya kembali seperti semula.

POLRES Kubu Raya Pecat Tidak Hormat Anggotanya karena Tindak Pidana Pencabulan Anak Dibawah Umur

Selain itu, pihaknya pun juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk berperan aktif memberikan arahan dan pendampingan di sekolah, sehingga sang anak dapat memiliki sikap dan perilaku yang lebih baik.

Tumbur berharap, peristiwa perundungan ini kedapan tidak akan terulang kembali, oleh sebab itu ia berharap seluruh pihak dari pemerintah serta masyarakat untuk dapat berperan aktif dalam menjaga anak - anaknya.

''kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait di Kota Pontianak, karena peristiwa ini terjadi diruang publik, oleh sebab itu paling tidak pemerintah dapat menugaskan paling tidak di kawasan itu aman dari tindakan kekerasan terhadap anak, dan seharusnya ada pengawasan disana,''ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved