Epidemolog Pemerintah dan Masyarakat Harus Waspada Jaga Penularan Omicron Secara Masif
Ia mengatakan Varian omicron ini penularannya lebih besar dibandingkan virus yang menyebar beberapa waktu lalu seperti delta.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus melakukan upaya antisipasi masuknya varian virus Omicron di Kalbar dengan melakukan pengetatan pada tiap pintu masuk ke Kalbar.
Ahli Epidemiologi dari Poltekkes Pontianak, Malik Saepudin mengatakan bahwa saat ini penularan virus corona varian omicron semakin canggih,karena tidak menimbulkan gejala sama sekali hanya bisa dideteksi dengan laboratorium.
Ia mengatakan Varian omicron ini penularannya lebih besar dibandingkan virus yang menyebar beberapa waktu lalu seperti delta.
“Kita bersama harus waspada untuk menjaga agar tidak terjadi penularan secara masif. Hal tersebut membutuhkan komitmen dari masyarakat dan pemerintah,”ujarnya, Kamis 23 Desember 2021.
• Fachrudin Siregar Harap Ketua KONI Pontianak Baru Jalin Sinergitas Tingkatkan Prestasi Atlet
Maka dari itu, komitmen antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat ditambah sirkulasi udara.
Lalu memasifkan tracing, testing dan treatment. Kemudian yang penting pencapaian target vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua sudah lebih dari 70 persen. Selanjutnya diperluas untuk usia muda karena omicron juga menyerang usia muda.
Sehingga hal tersebut menjadi titik lemah karena tidak mengajak anak usia muda untuk mendapatkan vaksinasi. Karena vaksinasi Covid-19 akan menimbulkan imunitas dalam tubuh.
“Kita berharap tidak ada gelombang ketiga penyebaran Covid-19. Karena Indonesia harus waspada pasalnya pasca liburan nataru rentan terjadi lonjakan kasus,” ujarnya.
Namun ia mengatakan dengan upaya yang maksimal dari pemerintah maka hal tersebut tidak akan terjadi. Termasuk mempersiapkan tempat penanganan kasus baik di rumah sakit yang ada maupun lapangan.
“Jika terjadi sesuatu maka kita sudah siap, sehingga harus ada upaya proaktif. Sudah harus dipersiapkan tenaga dan tempat serta peralatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus tersebut,”jelasnya.
Sehingga masyarakat merasa aman dan pemerintah melindungi warganya dari tertularnya pandemi Covid-19.
Ia mengatakan sekarang merupakan momentum yang sangat bagus karena terjadinya penurunan kasus Covid-19. Masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 juga harus menjadi perhatian.
Karena jika ada masyarakat yang baru kembali dari luar negeri dan tidak terdeteksi dengan baik. Maka hal tersebut akan berpotensi menjadi ledakan kasus Covid-19.
Selain itu, Penyelenggaraan natal dan tahun baru ditengah pandemi Covid-19 maka harus lebih ketat dalam penerapan protokol kesehatan belajar dari tahun-tahun sebelumnya.
Misalnya penggunaan masker, menjaga jarak dan menghindari mobilitas. Kemudian penggunaan ruangan untuk kegiatan keamanan maksimal 50 persen juga lebih baik dalam mengantisipasi penularan Covid-19.