Potongan Ojol Dibatasi 8 Persen, Driver di Pontianak Senang tapi Pesimis
Prabowo Subianto, resmi menetapkan kebijakan penurunan potongan aplikator ojek online (ojol) menjadi maksimal 8 persen.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Menurut Rizky, kebijakan pembatasan potongan menjadi 8 persen dinilai dapat memberikan dampak positif bagi penghasilan driver karena dianggap efektif untuk menambah ongkos yang diterima pengemudi.
- Namun demikian, ia menilai masih ada kemungkinan kebijakan tersebut tidak berjalan optimal di lapangan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menetapkan kebijakan penurunan potongan aplikator ojek online (ojol) menjadi maksimal 8 persen dari sebelumnya hingga 20 persen.
Kebijakan tersebut disambut beragam oleh para driver di Kota Pontianak.
Satu di antaranya Rizky, driver ojol yang telah bekerja lebih dari satu tahun.
“Kalau di Grab itu potongannya kurang lebih 20 persen. Dan saat ini masih sih tidak ada perubahan,” ujarnya saat ditemui di SPBU Paris 2 Kota Pontianak, Sabtu 2 Mei 2026.
Menurut Rizky, kebijakan pembatasan potongan menjadi 8 persen dinilai dapat memberikan dampak positif bagi penghasilan driver karena dianggap efektif untuk menambah ongkos yang diterima pengemudi.
Namun demikian, ia menilai masih ada kemungkinan kebijakan tersebut tidak berjalan optimal di lapangan.
“Dari aplikator juga banyak cara untuk memanipulasi sebenarnya, seperti ada double order, di mana yang seharusnya contoh 8 ribu dalam satu kali order dipotong, itu hanya ditambah 2 ribu saja. Itu kan melebihi juga,” jelasnya.
Baca juga: Maktab Tuli As-Sami Jadi Wadah Pendidikan Anak Tuli di Kalbar
Ia mengatakan, masih adanya celah dalam sistem membuat kebijakan tersebut sulit benar-benar dirasakan oleh para driver.
“Jadi sebenarnya masih banyak cara, banyak celah bagi aplikator untuk bermain di dalam ongkir juga. Jadi sangat sulit untuk betul-betul bagaimana 8 persen itu dapat terwujudkan bagi para driver,” lanjutnya.
Rizky pun mengaku pesimis kebijakan tersebut dapat diterapkan secara maksimal.
Di sisi lain, ia berharap aplikator dapat memberikan tambahan penghasilan bagi driver terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan saat ini karena menurutnya ongkos yang diterima pengemudi masih belum mengalami peningkatan.
Ia juga menyinggung kebijakan tarif yang dinilai belum kompetitif dibanding aplikasi lain khususnya saat kondisi tertentu seperti hujan.
“Seperti harga lonjakan, misalnya saat hujan, aplikasi lain ada kebijakan tarif ongkir dinaikkan, sedangkan di Grab sendiri tidam dinaikkan sama sekali, mau hujan atau panas tetap saja,” pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Maktab Tuli As-Sami Jadi Wadah Pendidikan Anak Tuli di Kalbar |
|
|---|
| Lulu Tekuni Dunia MC Sejak 2015, Awalnya Demi Biaya Kuliah |
|
|---|
| Kolaborasi Harian Berkat dan PMI, Donor Darah HUT ke-27 Disambut Antusias |
|
|---|
| Driver Ragukan Penerapan Aturan Potongan 8 Persen, Kini Grab Potong 20 Persen dan Gojek 15 Persen |
|
|---|
| 8 Wisata Alam di Sungai Melayu Rayak Ketapang, Surga Tersembunyi di Kalbar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ojol-12466.jpg)