Edi Rusdi Kamtono Hidupkan Pasar Tengah, Siang Berdagang Malam Jadi Kuliner
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menyebut langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali kawasan yang dulunya menjadi ikon perekonomian kota.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menyebut langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali kawasan yang dulunya menjadi ikon perekonomian kota, Sabtu 2 Mei 2026.
- Menurutnya, keberadaan waterfront di pinggiran Sungai Kapuas yang berdekatan dengan Pasar Tengah menjadi potensi besar untuk dikembangkan secara terpadu.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak membangun pusat kuliner sebagai bagian dari penataan kawasan heritage Pasar Tengah.
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menyebut langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali kawasan yang dulunya menjadi ikon perekonomian kota, Sabtu 2 Mei 2026.
"Kita ingin menghidupkan kawasan heritage Pasar Tengah sebenarnya. Yang selama ini, yang dulu sudah menjadi ikon perekonomian, pusat perekonomian Kota Pontianak. Sekarang kita lihat kan terkesan kumuh, terus tidak terawat," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id.
Menurutnya, keberadaan waterfront di pinggiran Sungai Kapuas yang berdekatan dengan Pasar Tengah menjadi potensi besar untuk dikembangkan secara terpadu.
"Kita ada membangun waterfront kan di pinggiran sungai, dan itu kan di daerah kawasan Pasar Tengah itu berdekatan," jelasnya.
Ia menegaskan, penataan ulang kawasan tersebut harus segera dilakukan agar lebih produktif, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata.
"Oleh sebab itu, kita sudah harus mulai untuk kita revitalisasi ulang atau kita tata ulang menjadi satu kawasan yang produktif. Secara ekonomi maupun secara wisata," katanya.
Edi berharap, pengembangan kawasan ini tidak hanya berdampak bagi masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik wisatawan dari luar daerah.
Baca juga: Potongan Ojol Dibatasi 8 Persen, Driver di Pontianak Senang tapi Pesimis
"Sehingga tidak hanya warga Kota Pontianak yang beraktivitas maupun berdampak pertumbuhan atau ekonomi di daerah tersebut. Tapi juga ini bisa menjadi destinasi bagi para pendatang," ungkapnya.
Ia menambahkan, lokasi Pasar Tengah yang berdekatan dengan pelabuhan antarpulau seperti Senghi dan Kapasinda menjadi nilai tambah tersendiri dalam mendukung pergerakan ekonomi dan kunjungan wisata.
"Apalagi di sana ada pelabuhan antar pulau kan, pelabuhan Senghi, pelabuhan Kapasinda,Konsep yang diusung, lanjut dia, adalah pemanfaatan kawasan secara fleksibel antara siang dan malam hari.Oleh sebab itu kita secara bertahap akan kita jadikan siang hari aktivitas perdagangan, perekonomian. Tapi malam hari jadi kuliner dan ekonomi kreatif," pungkasnya.
Edi juga mengungkapkan bahwa aktivitas pusat kuliner tersebut sudah mulai berjalan di salah satu titik dan masih dalam tahap evaluasi.
"Sudah dimulai kemarin yang di Jalan Asahan itu. Kita masih evaluasi, sudah dimulai sebenarnya. Tapi nanti Jalan Sultan Muhammad akan kita juga hidupkan di malam hari," tambahnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Pemkot Pontianak Berlakukan Aturan Ketat Pontianak Jelang Pildun 2026 |
|
|---|
| Profil Mandor: Kecamatan dengan 17 Desa yang Menjaga Eksistensi Sejarah Makam Juang Kalimantan Barat |
|
|---|
| Kecamatan Sungai Kunyit Mempawah, Gerbang Logistik Internasional Kalimantan Barat |
|
|---|
| Damkar Sekadau Bersihkan Tumpahan Solar di Bundaran Tugu PKK, Satu Pengendara Motor Tergelincir |
|
|---|
| Mahasiswa ITKK Audiensi ke DPRD Sekadau, Soroti Anjloknya Harga Sawit hingga Kenaikan Harga BBM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Edi-Rusdi-Kantong-saat-diwawancarai-tribunpontianakc.jpg)