Maktab Tuli As-Sami Jadi Wadah Pendidikan Anak Tuli di Kalbar
Maktab Tuli As-Sami yang berdiri pada 2023 hadir sebagai wadah pendidikan bagi anak-anak disabilitas tuli di Kalimantan Barat khususnya di Pontianak.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Pendiri Maktab Tuli As-Sami, M. Fakhrul Maulana atau akrab disapa Arul, mengatakan lembaga tersebut merupakan tempat belajar yang terstruktur.
- Ia menegaskan, fokus utama maktab adalah pendidikan terutama pendidikan agama bagi anak-anak tuli yang selama ini dinilai belum merata.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Maktab Tuli As-Sami yang berdiri pada 2023 hadir sebagai wadah pendidikan bagi anak-anak disabilitas tuli di Kalimantan Barat khususnya di Pontianak.
Pendiri Maktab Tuli As-Sami, M. Fakhrul Maulana atau akrab disapa Arul, mengatakan lembaga tersebut merupakan tempat belajar yang terstruktur.
“Sebenarnya maktab ini suatu tempat, lembaga yang memang kita untuk menghadirkan atau mewadahi teman-teman disabilitas tuli,” ujarnya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 2 Mei 2026.
Ia menegaskan, fokus utama maktab adalah pendidikan terutama pendidikan agama bagi anak-anak tuli yang selama ini dinilai belum merata.
“Yang penting kami tujuannya wadah aja, fokusnya kepada pendidikan. pertama pendidikan agama, dan pendidikan umum lainnya,” katanya.
Menurutnya, masih banyak anak disabilitas tuli di berbagai daerah pedalaman yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Arul juga menyoroti kondisi anak tuli yang bersekolah di sekolah umum tanpa dukungan yang memadai sehingga berisiko mengalami tekanan sosial.
“Ada pendidikan, tapi pendidikan umum yang bukan luar biasa. Artinya anak itu belajar dengan orang-orang umum, berpotensi dibuli, berpotensi menjadi anak yang terintimidasi dan itu benar,” jelasnya.
Baca juga: Lulu Tekuni Dunia MC Sejak 2015, Awalnya Demi Biaya Kuliah
Ia menyebut, Maktab Tuli As-Sami tidak hanya berfokus pada pendidikan tetapi juga memperjuangkan hak-hak bagi penyandang disabilitas seperti hak kesehatan, hak pekerjaan dan hak lainnya.
Sejak berdiri, maktab telah menjangkau 13 kabupaten/kota di Kalimantan Barat dan sekarang sudah 69 anak yang belajar di maktab.
Dalam kegiatan sehari-hari, maktab menerapkan sistem pembelajaran layaknya pesantren khususnya yang tinggal di maktab.
“Programnya seperti semi pesantren, ada salat tahajud, duha, belajar hadis, belajar Al-Qur’an, dari jam dua atau tiga subuh sampai jam sembilan malam,” ungkapnya.
Selain pendidikan agama, anak-anak juga dibekali keterampilan untuk menunjang kemandirian.
“Kita kasih kesempatan mereka untuk belajar ekonomi, seperti hidroponik, mereka nanam sendiri, nanti dijual,” paparnya.
Maktab juga membuka peluang pendidikan lanjutan hingga perguruan tinggi bagi anak-anak tuli dan saat ini sudah empat anak yang bisa kuliah.
| Kalbar Siap Jadi Tuan Rumah PKN Tingkat II 2026, Gubernur Ria Norsan Cek Kesiapan BPSDM |
|
|---|
| Sekolah Rakyat Pontianak Ditargetkan Rampung Akhir 2026, Edi Kamtono: Fokus Sasar Warga Miskin |
|
|---|
| Permainan Layangan di Pontianak Kembali Telan Korban, Edi Kamtono Tegaskan Pelaku Bisa Dipidana! |
|
|---|
| Harga TBS Kalah Jauh dari Malaysia, Sekda Sintang Bocorkan Alasan Petani Sawit Harus Tetap Optimis! |
|
|---|
| Sat Samapta Polres Singkawang Patroli Perintis Presisi untuk Menjaga Kenyamanan Warga di Malam Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/t-Kota-Pontianak-Provinsi-Kalbar.jpg)