Breaking News:

Sultan Pontianak Tegaskan Nina Widiastuti Sudah Jadi Mantan Istri

"Terhitung sejak memasuki bulan Sya’ban 1443 hijriyah mantan istri saye meninggalkan rumah kediaman kami bersame disini. Tanpa sepengetahuan saya. Dan

Editor: Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Sultan Kadriah Pontianak, Syarif Mahmud Melvin Alkadrie menegaskan, Nina Widiastuti sudah bukan lagi sebagai istrinya.

Melvin menyebut Nina sebagai mantan istri, saat konferensi pers, Jumat 5 November 2021 di Pontianak.

"Yang pasti sudah menjelang kepada 2 kali Muharram tidak pernah ade lagi hubungan selayaknya sebagaimana suami istri yang sesuai syariah terjadi lagi antara saya dan mantan istri," ungkap Melvin dengan bahasa Pontianak.

"Terhitung sejak memasuki bulan Sya’ban 1443 hijriyah mantan istri saye meninggalkan rumah kediaman kami bersama disini. Tanpa sepengetahuan saya. Dan tidak pernah kembali lagi kerumah ini," katanya.

Melvin mengatakan, menghormati beliau (Nina) sebagai perempuan, hal-hal terkait kehidupan di dalam waktu tersebut biarlah menjadi rahasia mereka berdua waktu masih bersama.

"Semoga Allah mengampuni saya dan Allah juga mengampuni beliau aamiin ya rabbal alamiin,'' kata Sultan.

Kesultanan Pontianak Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum untuk Akun Medsos yang Sudutkan Kesultanan

Terkait dugaan penganiayaan terhadap Nina, mantan istrinya, pada Minggu 31 Oktober 2021, Melvin menegaskan tidak ada satu hal pun yang melanggar syariat Islam, terkecuali memang ada insiden saat sang mantan istri tiba-tiba datang.

"Saudara-saudara. Terkait peristiwa di Istana Kadriah pade tanggal 24 Rabiul Awal 1443 Hijriyah, demi Allah demi Rasulullah tidak ada satupun pelanggaran terhadap syari’at Islam. Baik yang termaktub didalam Alqur’an dan hadits - hadits Rasulullah serta mazhab para salafussalih yang kami langgar saat acara digelar hingga selesai," ujarnya.

"Sebab jika dikatakan harus sesuai adat istiadat Kesultanan Pontianak, maka ketahuilah bahwa yang dimaksud induk adat istiadat Kesultanan Pontianak adalah Alqur’an dan Sunnah," katanya.

"Dan tidak ada ketentuan lain selain itu didalam adat Istiadat Kesultanan Pontianak. Pada hari itu. Tidak ada kegiatan memakan dan meminum apa yang diharamkan. Tidak ada prosesi yang melanggar hukum hukum Allah. Tidak ada hal-hal yang mempermalukan leluhur kami Sayyidina Muhammad Rasulullah dari awal ia dimulai Sampai selesai,'' paparnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved