Apresiasi Penurunan Harga PCR, Tony Kurniadi Nilai Seharusnya Bisa Digratiskan

Kendati demikian Tony menilai berapa pun besarnya, biaya tes PCR tidak semestinya dibebankan kepada warga yang ingin bepergian PCR itu seharusnya digr

Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat, Tony Kurniadi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat Tony Kurniadi mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk menurunkan tarif tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sebesar Rp.300.000, dan berlaku selama 3X24 jam.

Kendati demikian Tony menilai berapa pun besarnya, biaya tes PCR tidak semestinya dibebankan kepada warga yang ingin bepergian PCR itu seharusnya digratiskan.

Terbukti pemerintah juga bisa mengratiskan vaksinasi Covid-19 untuk membangun kekebalan kelompok (herd immunity) ke seluruh rakyat Indonesia yang telah memenuhi persyaratan. Seharusnya kebijakan serupa juga diberlakukan untuk tes PCR.

Personel Polresta Pontianak Tangkap Dua Tersangka Pembobol ATM di Pontianak Selatan

"Nah, tes PCR ini pun, kan sebuah upaya negara untuk melindungi rakyatnya dalam bepergian. Misalnya ada penumpang yang ditengarai memang tidak layak untuk melakukan perjalanan dapat langsung di block  dari hasil PCR tersebut. Oleh karena itu, PCR mestinya gratis," ujar Tony berdasarkan rilis yang diterima Tribun, Kamis 28 Oktober 2021

Kemudian, Tony menyontohkan penumpang pesawat yang secara otomatis telah membayar pajak dan lainnya melalui pembelian tiket. Menjadi aneh kemudian, ketika pemerintah membuat regulasi untuk melindungi, tapi regulasi itu malah dibebankan kepada masyarakat.

"Menurut hemat kami, agar ini betul-betul nampak paradigmanya itu adalah sebuah ikhtiar negara untuk melindungi rakyatnya maka PCR ini mesti menjadi gratis," tegasnya.

Dengan demikian, Tony menyebutkan tidak ada lagi kalangan yang menganggap tes PCR sebagai ajang bisnis. Dengan memberlakukan tes PCR secara gratis maka semuanya akan terbantahkan. Bahwa tes PCR memang upaya perlindungan negara terhadap rakyatnya.

Bahkan, menurut Tony, seharusnya sejak awal tes PCR itu gratis, sehingga tidak menimbulkan syak wasangka dari sebagian kalangan bahwa negara berbisnis dengan rakyatnya. 

"Kan enggak wajarlah negara berbisnis dengan rakyatnya, negara itu harus mengayomi rakyat karena rakyat sendiri sudah taat membayar pajak untuk pemasukan negara," papar Tony.

Tony kemudian mengingatkan jangan sampai muncul seloroh negara mengambil kesempatan dalam kesempitan di masa pandemi Covid-19.

Mengenal Toni Kurniadi, Anggota DPRD Kalbar Periode 2019 - 2024

 "Untuk menghapus stigma itu, dan saya kira tidak ada kata terlambat untuk mengambil kebijakan populis ini bahwa PCR mesti gratis," imbuhnya.

Besarnya biaya, sambung Tony, bukanlah alasan. Karena vaksinasi gratis yang menyedot biaya sangat besar juga bisa didanai oleh negara.

"Ketika kondisi sudah diyakini sangat aman tanpa PCR, ya sudah, PCR nya kita hentikan. Karena PCR ini kan bersifat insidentil," tutup Tony. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved