Maman Abdurrahman: Keberadaan Densus 88 Sangat Diperlukan untuk Penanggulangan Teroris

Maman mengatakan bahwa perlu penjelasan kepada publik mengenai gerakan terorisme. Karena saat ini banyak model gerakan terorisme.

Penulis: David Nurfianto | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman menyebutkan bahwa keberadaan Densus 88 masih sangat diperlukan sebagai upaya untuk melakukan monitoring, pemetaan, pemantauan gerakan gerakan teror.

"Sampai saat ini dengan dibentuk nya densus 88 yang fokus pada upaya penanggulangan terorisme, tentunya dalam seriap era atau dekade bentuk atau pola gerakan aksi teroris akan selalu berubah ubah, disesuaikan dengan perkembangan dan situasi politik oleh karena itu kita membutuhkan sebuah lembaga yang khusus dan fokus dalam hal ini Densus 88," ujar Maman Jumat 22 Oktober 2021.

Menurutnya, dalam banyak kasus Gerakan Teroris, akan sangat dinamis dan tentunya berevolusi dari satu pola ke pola yang lain. Sebagai contoh gerakan aksi teroris pada era sekarang banyak yang berkedok agama.

"Baik itu yang bergerak secara organik atau pun non organik, tentunya banyak menimbulkan konsekuensi berupa pembelahan terhadap sentimentil kelompok agama. Terutama dalam hal ini karena di indonesia mayoritas islam maka seakan akan yg dipojokkan adalah umat islam padahal Islam di indonesia adalah Islam Rahmatan lil Alamin," jelasnya.

Raih Doktor Kriminologi, Disertasi Danrem Ronny Bahas Cegah Bahaya Terorisme di Perbatasan

Kemudian, Maman mengatakan bahwa perlu penjelasan kepada publik mengenai gerakan terorisme. Karena saat ini banyak model gerakan terorisme.

"Yang perlu kita lakukan bersama adalah menjelaskan kepada publik bahwa gerakan teroris yang ada itu berbeda dan tidak bisa dikaitkan dengan islam. Karena sejati nya Gerakan Teroris tujuan nya untuk membangun kekacauan dan pembelahan di masyarakat, namun Islam adalah ajaran agama yang mensyiarkan kebaikan dan Rahmatan lil alamin," ungkapnya.

Untuk itu, Maman menegaskan bahwa Gerakan aksi terorisme tidak hanya identik dengan agama, tetapi semua gerakan gerakan yang berpotensi menimbulkan kekacauan.

"Perlu kita sampaikan kepada publik bahwa Gerakan aksi terorisme tidak hanya identik dengan agama tetapi semua gerakan gerakan yang berpotensi menimbulkan kekacauan itu pada intinya adalah gerakan teroris," papar Maman.

Dalam hal itu, Maman menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan kedepan narasi dan isue besar Gerakan Teroris bergeser. Tidak lagi menggunakan Kedok atau Simbolisasi agama.

Bisa saja menggunakan Simbol-simbol komunitas sekte, atau bahkan bisa bergeser kepada penggunaan simbol-simbol lembaga pendidikan.

"Bahkan banyak hal lain nya oleh karena itulah dibutuhkan sebuah lembaga yg fokus untuk selalu bs mendeteksi sejak jauh jauh hari sebuah gerakan gerakan aksi teror baik yg berupaa gerakan nyata maupun senyap seperti Densus 88," tutup Maman Abdurrahman. 

[Update Berita Terkait Terorisme]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved