Breaking News:

Diskumdag Pontianak Upayakan UMKM Naik Kelas, Waterfront Kota Pontianak Sumbang Rp 50 Juta Per Hari

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, rerata penghasilan di waterfront bisa menyumbang sebanyak Rp50 sampai Rp100 juta

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rokib
Foto suasana di Waterfront tepian sungai Kapuas Pontianak Kalimantan Barat, Selasa 12 Oktober 2021. Tampak pengujung membeli produk para pelaku UMKM di kawasan tersebut. Tribun Pontianak Muhammad Rokib 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Junaidi menyampaikan, bahwa pihaknya tengah mendata pelaku usaha yang ada di kawasan waterfront, lantaran kata dia ada beberapa pelaku usaha yang sudah memiliki izin dan belum memiliki izin.

"Ada UMKM yang tumbuh mandiri dan untuk PKL yang belum memiliki izin kita giring supaya memiliki izin untuk mengatur usaha mereka, baik dari sisi penjualan maupun barang yang dijual dan ketertibannya," jelasnya, Selasa 12 Oktober 2021.

Untuk meningkatkan UMKM di Pontianak, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan UMKM di Pontianak naik kelas, mulai dari usaha mikro hingga menjadi usaha menengah.

"Karena UMKM ini berperan penting untuk pemulihan ekonomi dan menyumbang PAD, serta mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran di kota Pontianak. Maka sesuai dengan visi dan misi walikota untuk mensejahterakan masyarakat. Maka tugas kami adalah menaik kelaskan UMKM di Pontianak," jelasnya.

Melalui UMKM Satarudin Nilai Dapat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat dan PAD

Untuk itu, menghadapi perkembangan teknologi saat ini, pihaknya juga akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada pelaku usaha supaya pelaku usaha bisa mengemas produknya lebih baik lagi dan bisa di pasarkan melalui teknologi informasi seperti yang saat ini dilakukan Kerja Sama yaitu dengan dua aplikasi buka lapak dan toko pedia. Sehingga pelaku usaha bisa menjual produknya secara online dengan memenuhi beberapa persyaratan.

Sementara itu, Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa kawasan kumuh yang ditata sehingga menjadi destinasi wisata tentu sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Terlebih dikatakannya, disetiap kawasan Destinasi yang ditata itu telah disiapkan spot-spot kuliner untuk pelaku UMKM bisa berdagang.

Kemudian, ruang terbuka hijau dan ruang bermain, serta lainnya.

Satu diantara yang telah terbukti menunjang perkeonomian masyarakat dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak yakni waterfront yang terletak di tepian sungai Kapuas Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Pada destinasi wisata ini terdapat suasana yang indah, nyaman dan aman untuk masyarakat bersantai.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved