Breaking News:

Dilarang Meminta-minta di Jalanan, Wali Kota Edi : Penertiban Tetap dengan Cara Humanis

Dalam hal ini yang juga sering ditemukan dilapangan tak sedikit dari kalangan anak-anak yang meminta-minta di persimpangan jalan.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Rokib
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Masih sering dijumpai warga yang meminta-minta di jalanan atau di persimpangan jalan di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Padahal hal tersebut tidak boleh dilakukan atau dilarang. Sebagaimana yang telah tertuang dalam Perda nomor 11 tahun 2019 tentang Penertiban Umum (Tibum).

Dalam Perda Tibum tersebut, baik pemberi sumbangan atau pun yang meminta-minta juga bisa dikenakan sanksi.

Kemudian dalam ranah ini sudah ada instansi pemerintah yang menindaknya, diantaranya adalah Satpol PP bertugas untuk menindak atau membubarkan jika ditemukan yang melanggar aturan tersebut dan ada Dinas Sosial yang akan memberi pembinaan.

Kadinsos Tegaskan Sudah Ada Perda yang Melarang Meminta-minta di Jalanan

Karena dengan cara pendekatan lebih rasional, untuk itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berpesan dalam penertiban di lapangan agar lebih mengedepankan cara-cara yang humanis.

"Untuk yang di lampu merah biasanya, baik pengemis, meminta-minta, pengamen itu sudah diatur dalam Perda Tibum bahwa dilarang, karena menganggu ketertiban umum, ketidaknyamanan keindahan Kota, maka mereka tetap ditertibkan. Namun saya sampaikan kepada Satpol PP untuk tetap humanis dalam penertibannya, kemudian dilakukan pembinaan dibawa ke PLAT," ujarnya, Sabtu 9 Oktober 2021.

Diakuinya memang yang sering ditemukan dalam hal tersebut yang menjadi faktor pengemis atau pengamen meminta-minta di jalanan atau persimpangan jalan, dikarenakan faktor ekonomi masyarakat yang rendah.

Untuk itu, diharapkannya agar masyarakat bisa melaporkan kepada pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial jika ekonominya sangat rendah sehingga tidak meminta-minta lagi.

"Memang kita pahami mereka yang meminta-minta ini dari faktor ekonomi rendah, tapi sebenarnya kalau mereka mendaftarkan atau menginformasikan ke kami (Pemerintah), maka kita tetap membantu melalui bantuan sosial yang ada," ujarnya.

Dalam hal ini yang juga sering ditemukan dilapangan tak sedikit dari kalangan anak-anak yang meminta-minta di persimpangan jalan.

Hal tersebut tentu sangat miris, maka kata Edi, hal tersebut tentu tidak pantas dilakukan.

Menurut Edi, tidak semua pengemis atau pengamen yang meminta-minta berasal dari Kota Pontianak namun ada juga yang dari luar kota Pontianak.

Jika ditemukan terdapat warga Kota Pontianak maka akan diberikan pembinaan. Namun jika warga luar kota maka akam dikembalikan kepada daerahnya masing-masing.

"Ada yang warga luar dan warga kota. Kalau warga luar kota kembalikan," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved