Tunda Pengumuman Seleksi PPPK Tahap 1, PTIC Aspirasikan Bobot Penilaian

“Iwan Syahril dalam rapat kerja Komisi X DPR RI, Kamis (23/9) menyampaikan bahwa telah menyurati Panselnas PPPK untuk menunda pengumuman seleksi PPPK

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekjen PTIC, Dodi Iswanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dirjen Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menyurati Panselnas PPPK agar menunda pengumuman seleksi PPPK tahap 1.

Sedianya pengumuman hasil seleksi PPPK tahap 1 tersebut dilaksanakan Jumat 24 September 2021. Hal ini dilakukan karena banyaknya masukan dari berbagai pihak terkait PPPK Tahap 1.

Beberapa elemen masyarakat diantaranya Perkumpulan Teacherprenuer Indonesia Cerdas (PTIC) mengajukan beberapa aspirasi terkait bobot penelian seleksi.

“Iwan Syahril dalam rapat kerja Komisi X DPR RI, Kamis (23/9) menyampaikan bahwa telah menyurati Panselnas PPPK untuk menunda pengumuman seleksi PPPK tahap 1 yang sedianya dijadwalkan Tanggal 24 September 2021,” kata Sekjen PTIC, Dodi Iswanto dalam rilis yang diterima Tribun Pontianak, Jumat 24 September 2021.

Sekjen PTIC, Dodi Iswanto menyampaikan bahwa telah bersurat resmi dengan Komisi X DPR RI dan menyampaikan usulan aspirasi.

Usulan aspirasi tersebut diantaranya syarat menjadi ASN PPPK cukup berpendidikan jenjang S1/D4 sehingga mengakomodir seluruhnya.

Apa itu Mobilitas Sosial ? Ketahui Pengertian Mobilitas Sosial dan Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Dodi Iswanto pun melanjutkan aspirasi lain yakni syarat kelulusan ASN PPPK guru mempertimbangkan masa kerja berdasarkan data Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per Desember 2019.

Dodi Iswanto berharap pemerintah menuntaskan honorer eks K2 dan usia 35 ke atas seperti halnya guru bantu dan guru honorer daerah.

“Untuk pelaksanaan tes teknis diberikan penambahan waktu dan soal dipermudah, kita minta pusmenjar memperbaiki kualitas soal,” ujarnya.

Lanjut Dodi Iswanto, aspirasi lainnya yaitu tambahan afirmasi untuk usia 35 ke atas awalnya 15 persen menjadi 30 persen.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved