Breaking News:

Gubernur Sutarmidji Sebut Sudah Disiapkan Posko Pemeriksaan Antigen Gratis bagi Peserta CPNS & PPPK 

Tes CPNS tahun 2021 untuk ditingkat Provinsi Kalbar akan dimulai  besok 14 September hingga 1 Oktober 2021. Pelaksanaan tes SKD dilaksanakan di Aula G

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji saat diwawancarai di Pendopo Gubernur, Senin 30 Agustus 2021.// Anggita Putri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan bahwa Pemprov Kalbar teah memfasilitasi secara gratis untuk pemeriksaan antigen untuk peserta CPNS dan PPPK tahun 2021. 

Tes CPNS tahun 2021 untuk ditingkat Provinsi Kalbar akan dimulai  besok 14 September hingga 1 Oktober 2021. Pelaksanaan tes SKD dilaksanakan di Aula Gedung BPSDM Provinsi Kalbar

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalbar total pelamar CPNS dan PPPK Non Guru di Kalbar mencapai 2.7171 orang. 

Dimana total pelamar yang telah memenuhi syarat (TMS)  sebanyak 1.973 orang, dan pelamar yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 744 orang.

JADWAL SKD CPNS 2021 dari 23 Propinsi Berlangsung 3 Sesi, Nama dan Lokasi di Link Download

Dimana Pelamar CPNS sebanyak 2.387 orang, adapun yang memenuhi syarat 1.801 orang dan yang tidak memenuhi 586 orang. 

Sedangkan PPPK Non Guru jumlah pelamar 330 orang, dan yang memenuhi syarat 172 orang, serta yang tidak memenuhi syarat 158 orang.

Gubernur Sutarmidji mengatakan Kota Pontianak tahun ini tidak menerima pegawai. Maka dari itu hanya tingkat Provinsi saja yang melakukan tes di Pontianak.

“Jadi untuk pemeriksaan antigen dibuat posko ditempat tes  dan di BKD juga ada. Maka  tidak perlu repot dan ini antigennya gratis,”ujarnya,Senin 13 September 2021.

Ia mengatakan peserta harusnya tidsk lagi harus meributkan terkait syarat harus antigen, sebab Pemprov Kalbar telah memfasilitasi antigen gratis bagu pelamar.

“Jangan lagi nanya ini itu yang ikut test ngomel karena ada syarat. Nah kalau tidak mau mengikuti syarat yang ditetapkan pemerintah jangan ikut, jadi tidak perlu susah,” ungkapnya.

Dikatakannya terkait syarat tersebut bukan provinsi tak mau ikut campur. Namun sebatas hanya membantu untuk administrasi. 

“Bukan mau saya ataupun walikota bupati tapi ini syarat untuk semuanya. Jadi antigen sudah saya distribusikan 5000 ke setiap kabupaten kota. Jadi tidak ada lagi cerita bayar,”pungkasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved