Pola Hidup Sehat

APA Itu Hipertermia? Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Hipertermia?

Kamu harus berhati-hati jika tubuh telah menunjukkan gejala hipertermia. Dilansir dari Alodokter, inilah gejala yang menunjukkan hipertermia.

Tayang:
Thinkstock
HATI-hati, Walau Tanpa Demam, Virus Corona Bisa Bikin Mata Memerah BerairKamu harus berhati-hati jika tubuh telah menunjukkan gejala hipertermia. Dilansir dari Alodokter, inilah gejala yang menunjukkan hipertermia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Mencegah penyakit Hipertermia harus dilakukan dengan baik dan benar.

Langkah terbaik untuk mencegah hipertermia adalah menghindari paparan sinar matahari atau cuaca panas dalam jangka waktu cukup lama.

Hipertermia adalah keadaan ketika tubuh seseorang memiliki suhu yang terlalu tinggi, yaitu di atas 38,5°C.

Suhu tubuh normal manusia adalah di antara 36 sampai 37,5°C.

Cara Mengecek Sertifikat Vaksin dan Cara Mendapatkan Sertifikat Vaksin Covid untuk Perjalanan PPKM

Di bawah suhu tersebut akan menimbulkan gangguan kesehatan, begitu juga jika di atas suhu tersebut.

Kondisi ini terjadi akibat tubuh tidak bisa menyeimbangkan suhu yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Nah, supaya kamu lebih berhati-hati dan mengenali hipertermia, mari kita pahami apa saja gejala dan penyebabnya.

1. Penyebab Terjadinya Hipertermia

Hipertermia dapat terjadi pada tubuh seseorang jika terlalu sering terpapar suhu panas dari luar tubuh.

Selain itu, hipertermia terjadi karena sistem regulasi manusia yang terdiri dari sistem saraf, sistem indra, dan sistem hormon gagal mendinginkan suhu di dalam tubuh.

Adapun beberapa penyebab terjadinya hipertermia yaitu suhu di lingkungan sekitar meningkat, aktivitas berlebihan yang meningkatkan produksi panas dalam tubuh.

Hipertermia juga disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu memproduksi dan mengeluarkan keringat, sehingga suhu panas dalam tubuh tidak bisa keluar.

2. Gejala Hipertermia

Kamu harus berhati-hati jika tubuh telah menunjukkan gejala hipertermia. Dilansir dari Alodokter, inilah gejala yang menunjukkan hipertermia.

- Suhu tubuh lebih dari 38,5°C.

- Pusing

- Mual

- Merasa kegerahan atau panas di dalam tubuh.

- Merasa haus yang berlebihan.

- Sakit kepala.

Selain gejala umum, adapun gejala khusus yang dibedakan berdasarkan jenis hipertermia.

- Tubuh tidak bisa mengeluarkan keringat karena berada di tempat panas dan lembap, keadaan ini disebut heat stress. Gejalanya yaitu pusing, haus, mual, dan sakit kepala.

- Kehilangan konsentrasi, koordinasi tubuh, lemas, dan haus karena terlalu lama terpapar suhu panas atau berada di tempat panas. Kondisi ini disebut heat fatigue.

- Pusing, pandangan berkunang-kunang, hingga pingsan akibat terlalu memaksakan diri di tempat yang panas sehingga memicu kurangnya aliran darah ke otak. Kondisi ini disebut heat syncope.

- Kejang otot disertai nyeri dan kram pada otot betis, paha, bahu, lengan, dan perut akibat bekerja di tempat panas dan sering terpapar panas. Kondisi ini disebut heat cramps.

- Pembengkakan pada tangan, kaki, dan tumit akibat terlalu lama duduk atau berdiri di tempat panas. Kondisi ini disebut heat edema.

- Munculnya ruam pada kulit karena terlalu lama terpapar panas, disebut heat rash.

- Pusing, lemas, keringat keluar berlebihan, detak jantung meningkat, dan sulit menggerakkan anggota tubuh akibat tidak bisa menyeimbangkan suhu tubuh. Kondisi ini disebut heat exhaustion.

- Suhu tubuh di atas 40°C, kulit terasa panas, kejang, dan menurunnya kesadaran akibat hipertermia yang paling parah. Kondisi ini disebut heat stroke.

Nah, itulah pengertian hipertermia, penyebab terjadinya dan gejala yang ditimbulkan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved