Seluruh Kalbar Terapkan PPKM Level 3, Edi Kamtono Ancam Bubarkan Keramaian
Untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah tetap berjalan sesuai surat Intruksi Menteri Dalam Negeri nomor 37 Tahun 2021
“Seluruh wilayah di Kalbar masuk PPKM Level 3. Adapun yang menjadi tanggung jawab Pemprov Kalbar untuk tingkat pendidikan di SMA/SMK yang mana sudah dilaksanakan PTM dengan kapasitas 50 persen,” ujarnya.
Ia mengatakan dalam kondisi PPKM Level 3 saat ini untuk yang diutamakan dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) adalah siswa dan guru yang sudah dilaksanakan vaksinasi.
“Sedangkan di kabupaten kota mereka mengurus PTM untuk SD/SMP, tapi menurut saya kabupaten kota harus memulai PTM dari siswa SMP kelas 9. Kalau memang aman dan sudah bisa disiplin baru kelas 8 dan 7,” katanya.
Selain itu, Harisson mengatakan untuk SD sendiri jangan dulu melaksanakan PTM termasuk TK/PAUD. Hal itu dikarenakan pada situasi pandemi covid-19 TK/PAUD tidak terlalu urgent. Ia juga mengatakan seharusnya TK/Paud untuk saat ini tidak melakukan PTM dan dapat melanjutkan belajar daring.
Masuk Sekolah
Sejumlah sekolah sudah menggelar belajar tatap muka di Kota Pontianak. Seperti di SMPN 10 Pontianak telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak Senin, 23 Agustus 2021. Pihak sekolah menerapkan sistem nomor urut sehingga PTM berlangsung sesuai protokol kesehatan (prokes).
“Ada enam kelas IX, satu kelas berisi 32 siswa kita bagi dua. Satu kelas berisi 16 siswa di pembelajaran di Hari Senin dan Kamis. Absen 17-32 di Hari Selasa dan Kamis. Untuk kelas IX kita utamakan PTM terlebih dahulu Hari Jumat,” ungkap Kepala SMPN 10, Philipus Mimin.
Ia menjelaskan, pemberlakuan hal itu sesuai dengan surat edaran Gubernur Kalbar terkait belajar tatap muka. “Sangat terbatas dalam 1 kelas kita pangkas 50 persen,” ujar Philipus.
Maka dari itu, dikatakan, kegiatan proses pembelajaran berlangsung hanya tiga jam. “Kita mulai dari jam 07.00 dan selesai 10.00 WIB, dan istirahat kita kasih 15 menit untuk siswa makan di kelas bawa makanan dari rumah, dan tidak boleh keluar dari kelas selama istirahat berlangsung,” ungkap Philipus.
Philipus berharap, kondisi Covid di Kota Pontianak semakin menurun. “Harapannya agar PPKM level 3 menurun agar Kota Pontianak bisa belajar tatap muka 100 persen dari kelas 7, 8 dan 9 kegiatan pembelajaran normal kembali,” kata Philipus.
Philipus Mimin menjelaskan, PTM sebenarnya dimulai tanggal 18 Agustus lalu. Namun, pihaknya belum siap. “Karena kita belum siap sarana dan prasananya, lalu kita bentuk satgasnya dan protokol kesehatannya," katanya.
Di SDN 03 Pontianak Kota melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan 50 persen murid dalam tiap kelas, Selasa (24/8). Kepala SDN 03 Pontianak Kota, Suhadaniah mengungkapkan setiap kelas dibagi dua dengan jadwal masuk dua kali dalam seminggu. “Satu kelas dibagi dua. Sift satu masuk hari Senin sampai Rabu dan sift kedua masuk Selasa dan Kamis,” katanya.
Suhadaniah pun menambahkan bahwa pembelajaran tatap muka di masa pandemi merupakan hal berat. Dia mengatakan diantara prosedur yang diterapkan ialah murid mengikuti pembelajaran dengan masuk ke dalam kelas tanpa boleh istirahat ke luar kelas.
“Murid hanya diperbolehkan beristirahat di dalam kelas. Dengan membawa bekal seperti yang telah disampaikan ke murid-murid,” katanya.
Dia melanjutkan, sebelum masuk kelas dan meninggalkan kelas setiap murid wajib dicek suhu tubuhnya. Kemudian saat pulang pun guru memastikan murid telah dijemput oleh wali murid. “Sebelum pulang murid juga membersihkan kelas bersama-sama dengan disinfektan,” katanya.
Dia bercerita, di hari pertama PTM, ada beberapa murid yang terlihat kurang terbiasa menggunakan masker dalam waktu cukup lama. “Jadi ada murid yang sering melepas-lepas maskernya, ya mungkin merasa tidak enak,” ucapnya.