Pontianak Tetap PPKM Level 3, Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Turun
Edi mengatakan, pada prinsipnya aturan dalam PPKM Level Tiga yang diberlakukan saat ini tidak jauh berbeda dengan yang diberlakukan sebelumnya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan PPKM Level 3 di Pontianak, Kalimantan Barat kembali dilanjutkan.
Menurutnya, hal itu sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 37 Tahun 2021.
Edi mengatakan, pada prinsipnya aturan dalam PPKM Level Tiga yang diberlakukan saat ini tidak jauh berbeda dengan yang diberlakukan sebelumnya.
Baik sektor esensial, non esensial dan kritikal, sudah diatur jumlah, kapasitas, waktu dan jam operasionalnya.
• Pendataan Vaksin Door to Door, IKBM Kalbar Laksanakan Vaksinasi Massal Covid-19
Pun demikian dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah yang sudah mulai dilaksanakan tetap berjalan.
Walaupun Pontianak masih menerapakan PPKM Level Tiga, Edi berharap masyarakat tetap mematuhi dan disiplin terhadap protokol kesehatan.
Pihaknya juga terus melaksanakan vaksinasi Covid-19 sebanyak-banyaknya.
Sejauh ini, untuk capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Pontianak sudah mendekati hampir 200 ribu orang.
Dalam sehari vaksinasi Covid-19 di Kota Pontianak rata-rata mencapai 2000 warga.
• Cara Daftar Vaksin Secara Online Lengkap Cara Cek Stok Vaksin di Laman vaksin.kemkes.go.id
"Harapan kita stok vaksin terus bertambah dan tidak kehabisan," kata Edi dilansir dari laman Pemkot Pontianak.
Ia memaparkan, data Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit secara umum terjadi penurunan yakni di atas 40 persen.
Meskipun khusus ruang ICU masih sekitar 60 hingga 70 persen karena keterbatasan ruang ICU yang ada di rumah sakit di Kota Pontianak.
Berdasarkan data pasien yang dirawat di rumah sakit yang ada di Kota Pontianak, hampir 50 persen bukan warga Kota Pontianak, melainkan dari daerah sekitar atau kabupaten/kota di Provinsi Kalbar.
Sebab rumah sakit di Pontianak menjadi rujukan pasien-pasien yang berasal dari luar Pontianak.
• Syarief Abdullah Ajak Masyarakat Tangkal Informasi Hoax Terkait Vaksin
"Sementara yang dilaporkan di pusat tidak menyebutkan asal warganya.