Pontianak Masih PPKM Level 3, Edi Rusdi Kamtono Sebut PTM Tetap Lanjut dan Taman Akan Mulai Dibuka
Edi menerangkan, bahwa untuk kebijakan yang diambil dalam peraturan PPKM level 3 ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Hanya saja dikatakakannya a
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
"Untuk pasien yang di rumah sakit di Kota Pontianak hampir 50 persen bukan warga yang memiliki KTP Kota Pontianak. Akan tetapi dari daerah sekitar atau bahkan dari Kabupaten lain di Provinsi Kalbar. Sehingga harus melakukan rujukan di rumah sakit di Kota Pontianak," ungkapnya.
"Sementara yang dilaporkan dipusat tidak menyebutkan asal warganya. Jadi pasti tingkat BOR di Kota Pontianak tinggi. Sementara Pemerintah Pusat melihat tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit," timpalnya.
Untuk itu, Edi Rusdi Kamtono berharap agar jangan sampai jika data ini sampai ke pusat dianggapnya warga Kota Pontianak semua.
Kenyataan di lapangan, masih kata Edi, tingkat positivity rate Covid-19 di Kota Pontianak sudah menurun. Seperti pada rusunawa Kota Pontianak saat ini yang melakukan isolasi sudah dibawah 10 orang yang sebelumnya rata-rata 20 orang.
Kemudian, tingkat kesembuhan di Kota Pontianak, dikatakannya juga terus mengalami peningkatan. Untuk itu, ia berharap agar kondisi ini dijaga. Ia mengajak semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19.
"Jangan sampai Kota Pontianak masuk PPKM level empat lagi, sehingga ada penutupan dan pembatasan yang tentu akan berdampak terhadap ekonomi dan aktivitas lainnya," ucapnya.
• Tokoh Masyarakat Pontianak Harap Vaksin Tidak Dijadikan Syarat Administrasi
Ia menilai sejauh ini, masih ada tempat-tempat yang berkerumun dan abai Prokes. Hal ini tentu, dikatakannya, akan selalu diingatkan melalui tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak.
"Penerapan PPKM level tiga yang dilakukan selalu berdasarkan intruksi Menteri Dalam Negeri. Namun kuncinya kita di lapangan apakah mau tetap saklek tetapi dilapangan kita melihat fleksibilitas dan dinamika. Kita terus berupaya agar ekonomi terus bergerak dan kesehatan bisa terjaga," jelasnya.
"Jika terjadi kerumunan yang sangat membahayakan dengan tidak menggunakan masker, maka kita bubarkan. Untuk taman-taman pun kita harapkan terus dibuka, tetapi terus kita pantau," pungkas Edi. (*)