Masuk PPKM Level 3, Harisson sebut Kasus Konfirmasi dan BOR di Pontianak Menurun

Sedangkan untuk kejadian kasus konfirmasi rawat inap di rumah sakit di Kota Pontianak diangka 20,03 per 100 ribu penduduk yang berada level 3.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson saat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah resmi memperpanjang PPKM hingga tanggal 6 September 2021 khusus wilayah luar Jawa-Bali.

Berdasarkan Intruksi Mendagri (Inmedagri) nomor 27 tahun 2021 Kalimantan Barat masuk dalam Kategori PPKM Level 3.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan bahwa untuk di Kota Pontianak untuk kasus konfirmasi covid-19 terus turun berbanding lurus dengan vaksinasi di Pontianak.

Pada saat ini, Kota Pontianak berada pada PPKM Level 3 karena memang indikator transmisi komunitasnya pada kasus konfirmasi diangka 56,38 per 100 ribu penduduk atau di Level 3.

Bocah 6 Tahun di Pontianak Diduga Korban KDRT, Diselamkan ke Air Hingga Digantung Terbalik

Sedangkan untuk kejadian kasus konfirmasi rawat inap di rumah sakit di Kota Pontianak diangka 20,03 per 100 ribu penduduk yang berada level 3.

Lalu untuk angka kematian berada pada 1,97 persen per 100 ribu penduduk berada di Level 2. Maka dari itu secara keseluruhan Pontianak berada di PPKM Level 3.

“Kasus konfirmasi di Kota Pontianak terus turun dan BOR turun juga turun”,ujarnya, Selasa 24 Agustus 2021.

Hal ini berbanding lurus dengan vaksinasi tahap satu yang telah dilakukan di Pontianak yakni telah mencapai 176.721 ribu atau 37,36 persen dari sasaran penduduk.

Sedangkan untuk Vaksinasi tahap kedua di Pontianak sudah mencapai 114. 662 orang atau 24,34 persen.

“Kalau keseluruhan di Kalbar sudsh mencapai 617.624 orang atau 15,95 persen untuk suntikan pertama. Lalu suntikan vaksin kedua 401. 864 orang atau sekitar 10,3 persen,”ungkapnya.

Dikatakannya vaksinasi inilah yang harus di kebut agar Kalbar segera keluar dari pandemi covid-19.

“Tapi memang hambatan kita saat ini adalah vaksin yang datang tersendat yang membuat kabupaten kota dalam pelaksanaan vaksinasi harus diperhitungkan , karena takut saat vaksin kedua stok vaksin tidak ada,”ungkapnya.

Harisson juga sudah meminta vaksin yang ada di kabupaten kota di Kalbar untuk segera digunakan untuk suntikan satu dan dua.

“Jadi kalau secepatnya stok dihabiskan agar daerah di Kalbar mendapatkan kembali vaksin kiriman dari Jakarta,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved