Pola Hidup Sehat
Rahasia Medis Artemisinin Obat Malaria yang Gunakan Ramuan Tradisional Kuno China
Pil kina adalah obat malaria pertama yang ditemukan dari ekstrak kulit pohon kina yang banyak digunakan masyarakat di Amerika dekat Peru.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Penyakit malaria sangat menggangu kehidupan dan siklus hidup manusia dan hewan.
Malaria sudah ada sejak ribuan tahun akibat hama hewan nyamuk yang bersarang dan menyerang dengan mengigit manusia tanpa diketahui.
Namun, penemuan obat malaria terus berkemang dan semakin maju untuk terus memberantas wabah nyamuk tersebut.
Apalagi dunia teknologi semakin maju, ditambah dengan cara cepat menggunakan semprotan ataupun alat elektronik, malaria sudah bisa dihindarkan.
Ramuan obat tradisional kuno China juga telah membuat sebuah pil kina yang ditemukan pertama kali oleh masyarakat China yang diolah dengan cara herbal dan alami.
[Update Ikatan Cinta Lainnya Disini]
• EFEK Sampingnya Berbahaya, PAKAR Beberkan Obat Malaria Klorokuin Tidak Mencegah Virus Corona
Sejak pil kina ditemukan pertama kali, penemuan obat malaria terus berkembang, salah satunya artemisinin yang berasal dari ramuan obat tradisional kuno China.
Pil kina adalah obat malaria pertama yang ditemukan dari ekstrak kulit pohon kina yang banyak digunakan masyarakat di Amerika dekat Peru.
Dilansir dari Washington Post, Kamis 12 Agustus 2021 pada masa kolonial, penjelajah Barat menemukan kulit kayu kina sangat efektif untuk mengobati malaria.
Pada tahun 1820, seorang ilmuwan Perancis mengidentifikasi kina sebagai bahan aktif dalam kulit kayu kina, dan ekstrak ini menjadi pengobatan standar untuk malaria.
Penyakit malaria, hingga saat ini masih dikenal sebagai masalah kesehatan bagi masyarakat di negara-negara berkembang. Bahkan, ratusan tahun lalu, malaria adalah wabah yang mengintai sepanjang masa perang di daerah-daerah tropis.
Di tengah perang yang berkecamuk di Vietnam, para militer Amerika Serikat harus berhadapan dengan malaria dalam perang di hutan-hutan Vietnam.
• Cegah Kanker Payudara dengan Kolagen Secara Alami, Ini Kata Ahli
Amerika pun mulai mengerahkan berbagai penelitian untuk mencari obat malaria pengganti klorokuin. Di saat yang sama, China, atas permintaan sekutunya Vietnam Utara, sedang bekerja untuk mengembangkan obat yang sama.
Salah satunya adalah artemisinin, obat malaria baru, yang merupakan hasil pengembangan dari ramuan obat tradisional China kuno yang ampuh untuk mengobati malaria, penyakit tropis yang telah membunuh lebih dari setengah juta orang setiap tahun.
Penemu obat malaria artemisinin ini adalah Tu Youyou, Farmakologis dari Akademi Ilmu Kedokteran China di Beijing bersama tim dalam Proyek 523 yang di mulai pada tahun 1967.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/felixia-amandatribun-jabar.jpg)